“Nah kita lihat apakah ini akan continue atau berlanjutan pelemahan rupiah ini? Tapi kalau tidak berlanjutan mungkin akan ketahan semuanya,” tambah Frans.
Dengan keputusan mempertahankan harga, Hyundai berharap dapat menjaga daya beli konsumen di tengah tekanan ekonomi, sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan pasar otomotif nasional.
PT Astra Daihatsu Motor (ADM) pun demikian. Sri Agung Handayani mengatakan pelemahan rupiah, pasti mempengaruhi industri otomotif di Indonesia.
Baca Juga: Rupiah Melemah, Daihatsu Tegaskan Sigra dan Kawan-kawan Belum Naik Harga
“Kami di Daihatsu masih memonitor perkembangan hal ini dan melakukan antisipasi bersama seluruh supply chain Daihatsu. Saat ini tidak ada kenaikan harga Daihatsu,” kata ibu yang menjabat Direktur Marketing dan Direktur Corporate Planning & Communication ADM.
Sri Agung menambahkan bila suatu saat diperlukan penyesuaian harga, pihaknya akan sangat memperhatikan daya beli pelanggan.
“Mengingat pembeli Daihatsu didominasi first buyer baik untuk kendaraan sehari-hari dan juga pelaku usaha,” katanya.
GANDENG EKOSISTEM
Sebagai strategi untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga akibat dolar yang terus menguat, Toyota tidak bekerja sendiri.
TAM menggandeng seluruh ekosistem bisnis Toyota, mulai dari pemasok komponen, manufaktur, hingga jaringan dealer.
"Terkait hal ini, pastinya kami akan bekerja sama dengan Toyota Group," ujar Bansar Maduma.
Ia menjelaskan, upaya menahan dampak kurs dilakukan melalui koordinasi intensif dengan seluruh rantai pasok agar efisiensi bisa dilakukan di berbagai lini.