Laporan Utama: Tahan Kenaikan Harga Mobil Baru

By Sabtu, 18 Juli 2026 | 10:00 WIB

Pameran otomotif (Gaikindo)

Karena itu, perusahaan berupaya untuk menyerap sebagian tekanan biaya agar konsumen tetap bisa memiliki kendaraan Toyota dengan harga yang kompetitif.

"Kami semaksimal mungkin untuk bisa mengurangi impact yang terjadi di customer. Sehingga customer juga lebih trust kepada merek Toyota, dan pastinya kami ingin support mobilitas mereka semua," kata Bansar.

Bansar menegaskan, hingga saat ini Toyota masih berusaha menjaga harga jual produknya di Indonesia.

Meski begitu, perusahaan akan terus memantau perkembangan kurs dan kondisi ekonomi ke depan.

"Untuk saat ini kami masih mencoba menjaga," ucapnya.

PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memastikan belum akan menaikkan harga jual mobilnya di tengah kondisi tersebut.

Baca Juga: Rupiah Melemah, Hyundai Jamin Harga Stargazer dan Kawan-kawan Tidak akan Naik

Hal ini disampaikan oleh Fransiscus Soerjopranoto selaku Chief Operating Officer (COO) HMID.

Menurutnya, pelemahan rupiah memang berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi secara umum, termasuk sektor otomotif.

“Kalau yang kita lihat, kalau misalnya rupiahnya itu terus melemah, sekarang kan sudah di angka level Rp 17.500. Otomatis kan kalau kita tahu secara hukum ekonomi kan pastinya bunga akan naik,” ujarnya di Senayan, Rabu (13/5/2026).

Frans menambahkan, pelaku industri otomotif juga memiliki strategi untuk meredam dampak fluktuasi nilai tukar, salah satunya melalui mekanisme lindung nilai atau hedging.

“Biasanya akan butuh waktu tiga bulan sampai dengan empat bulan untuk adjustment,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa keputusan penyesuaian harga sangat bergantung pada kondisi nilai tukar ke depan, apakah pelemahan rupiah berlangsung dalam jangka panjang atau hanya sementara.