"Tentu saja selalu ada ruang untuk kompromi dan jika alasannya masuk akal, kita harus bisa berkompromi."
"Namun, menurut saya, jika salah satu motor kami posisinya berada di depan motor tim pabrikan utama, kami juga berhak mendapatkan keuntungan untuk diprioritaskan mendapat suku cadang baru." tambahnya.
Untuk musim 2027, susunan pembalap Tech3 memang belum dikonfirmasi. Steiner sendiri sedang mencari kombinasi antara satu pembalap berpengalaman dan satu pembalap pemula (rookie).
Saat ditanya apakah pembalap rookie tersebut nantinya akan menggunakan motor dengan spesifikasi yang lebih tua, ia menjawab: "Tidak, kami harus terus berkembang. Membatasi perkembangan teknologi motor tidak akan membawa kami maju."
Baca Juga: Mesin Sering Mati Dadakan, KTM Blak-blakan Ada yang Tak Beres di Motor MotoGP Mereka
Pembalap HRC, Luca Marini, menjadi kandidat terkuat untuk mengisi kursi pembalap berpengalaman, sementara rekan satu tim di Intact Moto2, Senna Agius dan Manuel Gonzalez, menjadi kandidat kuat untuk memperebutkan kursi kedua di atas motor RC16.
"Mereka berdua adalah kandidat rookie saya," tegas Steiner.
"Saya rasa Anda semua sudah tahu kedua pembalap Intact tersebut; mereka berdua sangat bagus."
"Jadi, ini membuat kami cukup sulit untuk memilih... Menurut saya, tidak ada nilai minus yang besar dari mereka berdua."
"Tinggal masalahnya sekarang, siapa yang punya lebih banyak nilai plus? Mari kita lihat saja nanti."