Geger Pelecehan Oleh Kru Bus MTrans ke Penumpang Wanita, Korban Diklaim Lebih Dari Satu

By , Jumat, 17 Juli 2026 | 09:30 WIB

Bus MTrans rute Malang-Denpasar (Dok. MTrans Malang)

Orang yang menepuk tersebut adalah seorang kru bus.

R pun bergeser karena mengira kru bus tersebut mencoba membenarkan posisi kursi agar bisa lebih nyaman.

Namun, bukan seperti itu yang terjadi. Kru bus tersebut tiba-tiba duduk di kursi kosong sebelah korban dan langsung mengambil selimut yang digunakan korban dan mulai melakukan tindakan di luar batas privasi.

Korban dalam ceritanya, mengaku rambutnya dibelai oleh kru tersebut dan bilang kepada R bahwa rambutnya berantakan.

"Refleks aku langsung nepis tangannya karena sudah ngerasa gak nyaman. Habis itu dia bilang, 'bobo sini,' sambil nunjuk bahunya." kata dia.

"Aku langsung nolak dan bilang gak mau. Tapi bukannya berhenti, dia malah narik kepalaku ke arah bahunya. Aku langsung menghindar," imbuhnya.

Tak berhenti di sana, korban kembali menerima pesan singkat dari kru bus yang berisikan tentang pesan privasi yang tidak seharusnya disampaikan oleh kru bus dalam memberikan pelayanan di transportasi umum.

"Kenapa aku tidak teriak, jawabannya sederhana, kejadian itu tengah malam sampai terang, aku sendiri dan bus lagi jalan, aku capek banget dan aku gak tahu dia bakal bereaksi apa kalau aku melawan. Jadi yang aku lakukan cuma bertahan sampai tujuan, kemudian lapor," jelasnya.

Begitu bus tiba di terminal tujuan yakni Denpasar, Bali, (12/7/27), R bergegas mendatangi kantor MTrans Bali untuk membuat laporan resmi.

Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran PO MTrans Belanja 26 Unit Sasis Premium Ini

Menanggapi kasus tersebut, pihak MTrans membenarkan adanya laporan yang disampaikan oleh korban.

Diketahui, kru tersebut berinisial AM yang bertugas sebagai Helper.

HRD MTrans Malang, Jhony Sasongko, mengatakan, laporan dari pelanggan yang mengalami kejadian tidak mengenakan sedang diproses oleh pihak manajemen.