KTM Tolak Keras Aturan Satu Motor MotoGP, Dianggap Merusak Tontonan

By , Jumat, 17 Juli 2026 | 14:45 WIB

Pro kontra aturan satu motor setiap tim di MotoGP (Crash.net)

GridOto.com - Peluang MotoGP untuk menerapkan aturan satu motor yang kontroversial pada sesi latihan mulai musim depan tampaknya sulit terealisasi.

Menurut laporan dari Autosport, proposal tersebut kini kecil kemungkinan untuk mendapatkan dukungan.

Guenther Steiner, bos dari tim independen Tech3, jadi salah satu kritikus paling vokal terhadap rencana ini.

Ia mempertanyakan klaim mengenai penghematan biaya sekaligus memperingatkan bahwa pembalap yang hanya berdiam diri di dalam pit justru akan merusak daya tarik balapan.

Meski begitu, ia sebelumnya sempat mengonfirmasi: "Para produsen tampaknya setuju dengan aturan ini."

"Menurut saya, kita merusak tontonan tanpa alasan yang jelas," ujar Steiner bulan lalu.

"Saya sangat vokal soal ini karena saya benar-benar tidak habis pikir. Para produsen memang tampaknya setuju, tetapi mereka tidak paham bahwa mereka sedang merusak pertunjukan mereka sendiri."

"Bagaimanapun, Anda tetap membutuhkan jumlah suku cadang yang sama. Karena jika terjadi kecelakaan, Anda tetap harus merakit motor kedua. Saya harap orang-orang segera sadar dan menyadari bahwa ini sebenarnya adalah salah satu ide yang sangat buruk."

Baca Juga: Mesin Sering Mati Dadakan, KTM Blak-blakan Ada yang Tak Beres di Motor MotoGP Mereka

Sikap skeptis ini tampaknya kini mulai diamini oleh beberapa produsen, meskipun dengan alasan yang berbeda.

Berdasarkan informasi dari Autosport, di saat Ducati dan Aprilia dua pabrikan papan atas MotoGP saat ini tetap mendukung proposal tersebut demi menghemat anggaran, KTM justru khawatir aturan satu motor ini akan memperlambat proses pengembangan.

Hal ini dinilai akan mempersulit mereka untuk memangkas jarak performa di era baru mesin 850 cc dan ban Pirelli mendatang.