Volkswagen Bocorkan Rencana PHK 100.000 Stafnya dan Tutup 4 Pabrik Besar

By , Jumat, 17 Juli 2026 | 14:05 WIB

Volkswagen (Volkswagen AG)

Rencana penyelamatan ini sebenarnya telah dipresentasikan Blume di hadapan Dewan Pengawas perusahaan pada hari Kamis lalu.

Namun, sumber yang familier dengan situasi tersebut membisikkan bahwa perwakilan serikat pekerja di komite langsung memblokir proposal tersebut karena tidak hanya berisi pemangkasan karyawan, tetapi juga mencakup opsi penutupan empat pabrik utama mereka di Jerman.

Blume bahkan mengakui secara blak-blakan dalam memonya bahwa hingga saat ini, manajemen belum bisa menjamin prospek kompetitif untuk masa depan pabrik di Emden, Hanover, Zwickau, dan Neckarsulm memasuki dekade 2030-an.

Di saat produsen mobil massal seperti Volkswagen dan Stellantis melihat margin keuntungan mereka terus menyusut drastis, para pesaing mereka asal Amerika Serikat seperti Ford dan GM justru perlahan mulai bangkit.

Meski situasinya genting, Blume menyatakan dirinya masih lebih memilih "solusi cerdas" ketimbang harus menutup pabrik secara total.

Baca Juga: Maxdecal, Volkswagen Indonesia dan EKRAF Kolaborasi, Hadirkan ID. BUZZ Untuk Ekspresi Diri

Beberapa opsi alternatif yang sempat ia lontarkan untuk menyelamatkan pabrik-pabrik yang kurang produktif ini adalah mengalihkan fungsinya ke industri pertahanan atau menjadikannya basis perakitan mobil Volkswagen model Tiongkok untuk pasar Eropa.

Menariknya, dalam pernyataan resmi pasca-pertemuan dengan para pemangku kepentingan utama pada hari Kamis, pihak Volkswagen sama sekali tidak menyinggung soal PHK massal atau penutupan pabrik.

Mereka justru memilih mengumumkan rencana untuk mengurangi kapasitas produksi dan memangkas separuh dari varian portofolio model kendaraan mereka yang terlalu banyak.

Langkah ini dinilai sejumlah analis otomotif masih terlalu "lembek" dan belum cukup kuat untuk menyelesaikan sengkarut masalah yang dihadapi raksasa Jerman ini.

Blume mencoba menenangkan para pekerjanya dengan menyampaikan bahwa sangat wajar jika belum semua hal terencana secara mendetail hingga ke aspek terkecil saat ini.

Ia menegaskan bahwa beberapa isu sensitif memang masih harus didiskusikan serta dievaluasi lebih dalam, dan berjanji akan ada lebih banyak pertemuan ke depan untuk bekerja keras merumuskan jalan keluar terbaik bagi semua pihak.