"Kita kasih tahu dulu kondisinya seperti apa. Debunya bagaimana, kondisi motornya seperti apa. Waktu itu kalau enggak salah motornya habis turun mesin, terus spare part lama juga masih kita simpan," ungkap Erlangga.
Ia menambahkan, selama pemilik tidak bisa dihubungi, bengkel tetap berupaya mencari keberadaan konsumen, termasuk mendatangi alamat yang tercatat.
"Nomornya sudah enggak bisa dihubungi, alamatnya juga pernah kita datangi. Akhirnya beberapa tahun kemudian baru datang dan mengambil motornya," imbuhnya.
Karena itu, Erlangga mengimbau seluruh konsumen Honda agar segera mengambil kendaraan setelah mendapat informasi bahwa proses servis telah selesai.
"Pesan saya sih jangan ditinggal terlalu lama. Kalau motornya sudah selesai diservis, sebaiknya segera diambil," tutupnya.