KTM Bocorkan Biang Kerok Mesin Sering Mati Saat Balapan, Kini Nasibnya Bergantung Rival

By , Kamis, 16 Juli 2026 | 17:00 WIB

Ilustrasi motor KTM di MotoGP (KTM)

GridOto.com - Terungkap baru-baru ini penyebab motor KTM di MotoGP sering bermasalah saat balapan.

Direktur Motorsport KTM, Pit Beirer menjelaskan kalau masalah keandalan pada mesin MotoGP mereka disebabkan oleh buruknya kendali mutu (quality control) dari pihak pemasok.

Masalah ini pun memicu beberapa mesin KTM tiba-tiba mati mendadak.

Insiden paling fatal terjadi saat Pedro Acosta sedang memimpin balapan di GP Catalunya bulan Mei lalu, yang kemudian memicu kecelakaan hebat bagi Alex Marquez yang berkendara tepat di belakangnya.

Pada GP Jerman akhir pekan lalu, Beirer memaparkan kepada Sky Italia bahwa memang "ada yang salah di dalam mesin kami".

Mengingat desain mesin MotoGP telah dibekukan (frozen) sejak awal musim lalu, sedangkan masalah KTM baru muncul musim ini, dugaan awal langsung mengarah pada masalah proses manufaktur dan hal tersebut kini telah terbukti.

“Kami akhirnya menemukan bahwa kami menggunakan komponen dengan beban stres tinggi pada sistem penggerak (powertrain) yang tidak memenuhi standar kualitas yang telah ditentukan,” ungkap Beirer menukil dari Speedweek.com.

“Komponen mesin yang krusial ini gagal berfungsi dalam kondisi tertentu. Ini adalah komponen dari pemasok luar. Setelah menyelidiki penyebabnya, kami sekarang bisa memastikan bahwa kerusakan seperti ini tidak akan terjadi jika menggunakan komponen yang 'benar'.”

Baca Juga: Gegerkan Jagat MotoGP, Ini Alasan Di Giannantonio Tega Tinggalkan Ducati Demi KTM

Berdasarkan aturan homologasi mesin MotoGP, KTM kini harus mendapatkan izin dari produsen (pabrikan) lain sebelum mereka diperbolehkan membuka segel mesin untuk mengganti komponen yang bermasalah tersebut.

“Kami telah mengajukan permohonan khusus kepada asosiasi produsen (MSMA), lengkap dengan dokumen detailnya. Kami meminta izin untuk membuka mesin yang terdampak di bawah pengawasan ketat selama jeda musim panas, agar kami bisa mengganti komponen krusial tersebut dengan komponen yang benar dan berspesifikasi identik,” jelas Beirer.

“Kami sudah menerima respons positif mengenai hal ini saat GP Sachsenring kemarin, meski beberapa jawaban dari tim lain masih kami tunggu. Kami berharap adanya kerja sama yang baik dan kami berkomitmen untuk bersikap transparan sepenuhnya kepada semua pihak yang terlibat mengenai seluruh proses ini.”

KTM sendiri sudah menyampaikan terima kasih kepada Aprilia atas dukungannya.

Namun, mereka masih harus mengantongi persetujuan dari Ducati, Honda, dan Yamaha sebelum bisa melakukan pembongkaran mesin.

Pemberian izin ini tentu tidak akan mudah. Rival-rival KTM bisa saja menolak jika mereka menilai bahwa masalah keandalan mesin tersebut sebenarnya bisa 'diatasi' hanya dengan menurunkan performa (kecepatan) mesin sebuah langkah yang rumornya sudah dilakukan KTM pada beberapa balapan terakhir.

Baca Juga: Mesin Sering Mati Dadakan, KTM Blak-blakan Ada yang Tak Beres di Motor MotoGP Mereka

Oleh karena itu, KTM harus bisa membuktikan bahwa komponen yang bermasalah tersebut tetap berisiko rusak atau jebol, bahkan ketika performa mesin sudah dikurangi secara signifikan.

Berdasarkan daftar mesin MotoGP terbaru, Brad Binder menjadi pembalap yang paling apes karena tiga mesinnya (dari total sembilan mesin yang dijatahkan per pembalap musim ini) sudah ditarik dari alokasi.

Sementara itu, rekan setimnya, Pedro Acosta, sudah kehilangan dua mesin yang ditarik dari penggunaan, Enea Bastianini kehilangan satu mesin, sedangkan Maverick Vinales tercatat masih memiliki seluruh mesinnya dalam kondisi utuh dan siap pakai.