GridOto.com - Terungkap baru-baru ini penyebab motor KTM di MotoGP sering bermasalah saat balapan.
Direktur Motorsport KTM, Pit Beirer menjelaskan kalau masalah keandalan pada mesin MotoGP mereka disebabkan oleh buruknya kendali mutu (quality control) dari pihak pemasok.
Masalah ini pun memicu beberapa mesin KTM tiba-tiba mati mendadak.
Insiden paling fatal terjadi saat Pedro Acosta sedang memimpin balapan di GP Catalunya bulan Mei lalu, yang kemudian memicu kecelakaan hebat bagi Alex Marquez yang berkendara tepat di belakangnya.
Pada GP Jerman akhir pekan lalu, Beirer memaparkan kepada Sky Italia bahwa memang "ada yang salah di dalam mesin kami".
Mengingat desain mesin MotoGP telah dibekukan (frozen) sejak awal musim lalu, sedangkan masalah KTM baru muncul musim ini, dugaan awal langsung mengarah pada masalah proses manufaktur dan hal tersebut kini telah terbukti.
“Kami akhirnya menemukan bahwa kami menggunakan komponen dengan beban stres tinggi pada sistem penggerak (powertrain) yang tidak memenuhi standar kualitas yang telah ditentukan,” ungkap Beirer menukil dari Speedweek.com.
“Komponen mesin yang krusial ini gagal berfungsi dalam kondisi tertentu. Ini adalah komponen dari pemasok luar. Setelah menyelidiki penyebabnya, kami sekarang bisa memastikan bahwa kerusakan seperti ini tidak akan terjadi jika menggunakan komponen yang 'benar'.”
Baca Juga: Gegerkan Jagat MotoGP, Ini Alasan Di Giannantonio Tega Tinggalkan Ducati Demi KTM
Berdasarkan aturan homologasi mesin MotoGP, KTM kini harus mendapatkan izin dari produsen (pabrikan) lain sebelum mereka diperbolehkan membuka segel mesin untuk mengganti komponen yang bermasalah tersebut.
“Kami telah mengajukan permohonan khusus kepada asosiasi produsen (MSMA), lengkap dengan dokumen detailnya. Kami meminta izin untuk membuka mesin yang terdampak di bawah pengawasan ketat selama jeda musim panas, agar kami bisa mengganti komponen krusial tersebut dengan komponen yang benar dan berspesifikasi identik,” jelas Beirer.
“Kami sudah menerima respons positif mengenai hal ini saat GP Sachsenring kemarin, meski beberapa jawaban dari tim lain masih kami tunggu. Kami berharap adanya kerja sama yang baik dan kami berkomitmen untuk bersikap transparan sepenuhnya kepada semua pihak yang terlibat mengenai seluruh proses ini.”