GridOto.com - Pemerintah mengklaim penggunaan biodiesel B50 aman dipakai oleh berbagai jenis kendaraan.
Kepastian tersebut didasarkan pada proses kajian ilmiah, pengembangan, serta pengujian biodiesel yang disebut sudah berlangsung selama hampir dua dekade.
Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia mengatakan, implementasi B50 bukan merupakan kebijakan yang diambil secara mendadak.
"Perlu kami tegaskan bahwa B50 bukanlah sebuah kebijakan yang muncul secara tiba-tiba atau merupakan lompatan yang gegabah. Ini adalah buah dari perjalanan panjang hampir dua dekade dalam pengembangan biodiesel nasional," kata Dwi Anggia melansir Kompas.com (16/7/2026).
Menurut Dwi, pemerintah memahami masih adanya kekhawatiran masyarakat terkait penggunaan biodiesel dengan kandungan minyak sawit yang lebih tinggi terhadap kinerja mesin kendaraan.
Oleh karena itu, aspek keamanan menjadi salah satu fokus utama sejak program biodiesel mulai dikembangkan.
Dwi menjelaskan, program biodiesel di Indonesia dimulai pada 2008 melalui penerapan B2,5.
Baca Juga: Era Baru B50 Dimulai, Pertamina Jamin Mutu dan Kualitas Solar Tidak Bakal Turun
Setelah itu, kadar campuran biodiesel terus ditingkatkan secara bertahap menjadi B10, B20, B30, B35, B40, hingga kini mencapai B50.
Setiap peningkatan kadar campuran selalu didahului pengujian teknis yang bertujuan memastikan kualitas bahan bakar tetap memenuhi standar serta aman digunakan pada mesin kendaraan.
Dalam proses tersebut, Kementerian ESDM bersama berbagai pemangku kepentingan memperluas cakupan pengujian sehingga hasilnya lebih komprehensif.
Pengujian tidak hanya dilakukan pada kendaraan bermotor, tetapi juga mencakup alat dan mesin pertanian (alsintan), alat berat sektor pertambangan, kereta api, kapal, hingga pembangkit listrik.