Sukses Urai Macet! Ternyata Ini Strategi Secure Parking Indonesia Atur Jutaan Pengunjung PRJ 2026

By Kamis, 16 Juli 2026 | 15:30 WIB

Kawasan gate menuju PRJ 2026 (dok Secure Parking Indonesia)

GridOto.com - Kemeriahan Jakarta Fair Kemayoran (PRJ) 2026 di JIExpo Kemayoran baru saja usai dengan catatan prestasi fantastis.

Selama 32 hari penyelenggaraan, mulai dari 11 Juni hingga 12 Juli 2026, ajang pameran multiproduk terbesar di Asia Tenggara ini sukses menyedot 6,1 juta pengunjung dengan perputaran ekonomi mencapai Rp8,2 triliun.

Di balik angka transaksi yang fantastis dan gemerlap panggung hiburan, ada satu tantangan besar yang harus ditaklukkan di luar area pameran.

Yaitu menjaga arus mobilitas ribuan kendaraan agar tetap tertib, aman, dan lancar setiap harinya.

Peran krusial sebagai penjaga ketertiban di pintu gerbang itu dipegang penuh oleh Secure Parking Indonesia (SPI).

Mengelola pergerakan kendaraan yang datang dan pergi dari pagi hingga malam hari tentu bukan perkara mudah.

Apalagi ditambah kebijakan tegas larangan parkir di badan jalan sekitar kawasan yang sudah berlaku sejak dua tahun terakhir, sehingga membuat ruang parkir resmi di dalam kawasan menjadi tumpuan utama pengunjung.

SPI mengerahkan strategi operasional berskala besar dengan membuka layanan parkir 24 jam penuh di tiga zona utama, yaitu sisi timur, utara, dan barat kawasan JIExpo Kemayoran.

Distribusi kendaraan dipecah secara terarah melalui penyediaan 20 pintu masuk dan 15 pintu keluar untuk mobil, serta 21 pintu masuk dan 8 pintu keluar khusus untuk motor.

Baca Juga: Mitsubishi Xpander, XForce hingga Pajero Sport Dakar Dapat Skema Kredit Ringan di PRJ 2026

Pada hari-hari biasa, SPI menyiagakan 237 personel operasional.

Jumlah ini kemudian didongkrak hingga mencapai 293 personel saat akhir pekan tiba demi membendung puncak kepadatan pengunjung.

Manajemen SPI menekankan bahwa kunci utama keberhasilan mengurai kemacetan ini terletak pada kemampuan membaca situasi lapangan secara cepat dan tepat.

"Mengelola parkir pada event berskala besar seperti Jakarta Fair bukan hanya soal melayani kendaraan dalam jumlah besar. Tantangan utamanya adalah menjaga agar mobilitas tetap mengalir ketika pola kedatangan dan kepulangan pengunjung terus berubah. Karena itu, setiap titik akses harus terus dipantau sehingga potensi kepadatan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi antrean yang mengganggu kenyamanan pengunjung," ujar Andiyanto, General Manager Operation SPI.

Kenyamanan dalam sebuah festival berskala nasional memang sudah harus dimulai sejak roda kendaraan pengunjung memasuki area gerbang luar.

Akses masuk yang lancar, sirkulasi pencarian tempat yang terkendali, hingga ketertiban saat antre keluar pasca-acara selesai merupakan indikator penting yang menentukan kepuasan pengalaman pengunjung secara keseluruhan.

Pihak manajemen tertinggi SPI menegaskan bahwa pengelolaan parkir modern kini sudah berevolusi menjadi bagian dari infrastruktur utama yang menopang keberhasilan sebuah acara besar, bukan lagi sekadar urusan menyediakan sepetak lahan kosong untuk menaruh kendaraan.

"Semakin besar skala sebuah event, semakin penting pula peran infrastruktur pendukung yang bekerja di balik layar. Pengunjung mungkin datang untuk menikmati pameran, konser, atau berbelanja, tetapi seluruh pengalaman tersebut dimulai sejak mereka memasuki kawasan. Ketika mobilitas dapat dikelola dengan baik, seluruh ekosistem acara ikut bekerja lebih efektif," kata Rustam Rachmat, Managing Director SPI.

Keberhasilan menjaga kelancaran selama 32 hari penuh tanpa henti ini membuktikan bahwa ekosistem besar seperti Jakarta Fair dapat bergerak harmonis berkat sinergi sistem pendukung yang kuat di belakangnya.