GridOto.com - Motor lawas atau motor dengan rasio kompresi rendah tidak bisa begitu saja tenggah BBM oktan tinggi seperti Pertamax 92,
Selain menyesuaikan spesifikasi mesin, pemilik juga perlu memperhatikan jenis busi yang digunakan.
Sebab, busi punya peran penting dalam proses pembakaran.
Karena kalau karakter busi tak sesuai, performa mesin justru bisa menurun meski sudah memakai BBM dengan kualitas lebih baik.
Endro Sutarno, People & Technical Development SiTEPAT, mengatakan, penggunaan Pertamax pada motor kompresi rendah sebaiknya dibarengi dengan penyesuaian spesifikasi busi.
"Sebenarnya kalau mau pemakaian seperti itu, kita harus sesuaikan juga businya. Karena busi itu sangat berpengaruh ke pembakaran nantinya. Bahan bakarnya bagus, businya enggak tepat ya enggak bisa lari," kata Endro menukil Kompas.com (13/7/2026).
Menurut Endro, apabila motor kompresi rendah akan menggunakan Pertamax, pilihan busi sebaiknya mengarah ke tipe yang lebih dingin.
Baca Juga: Viral Klaim Oplos Pertalite dan Pertamax Turbo Bikin Motor Lebih Irit, Ahli Ungkap Risikonya
Karakter busi dingin lebih cepat melepas panas dari ruang bakar sehingga proses pembakaran menjadi lebih sesuai ketika menggunakan bahan bakar beroktan lebih tinggi.
"Betul, lebih mengarah ke busi dingin. Biasanya kalau busi-busi dingin itu tingkat businya nomornya lebih gede-gede," ucap Endro.
Endro menambahkan, kode heat range antara Denso dan NGK memang tidak sama meski fungsinya serupa.
Sebagai contoh, busi dingin pada Denso biasanya memiliki kode 26 atau 27.
Sementara pada NGK, karakter yang setara umumnya menggunakan angka 8 atau 9.
Menurutnya, perbedaan angka tersebut hanya karena sistem penomoran masing-masing produsen.
"Karena Denso sama NGK tingkat businya cuma beda di nomornya saja. Denso lebih puluhan, kalau NGK satuan," ujar Endro.
Karena itu, pemilik motor lawas atau motor berkompresi rendah yang ingin beralih menggunakan Pertamax sebaiknya tidak hanya berfokus pada kualitas bahan bakar.
Penyesuaian busi juga perlu dilakukan supaya proses pembakaran tetap optimal dan performa mesin tidak terganggu.