Tarikan Motor Bekas Injeksi Kalian Mulai Loyo? Bisa Jadi Komponen Ini Dipenuhi Kotoran

By Senin, 13 Juli 2026 | 23:30 WIB

Ilustrasi mesin motor bekas injeksi (Gridoto.com)

GridOto.com - Motor bekas injeksi kesayangan kalian lama-lama tarikannya jadi loyo? Biasanya komponen ini dipenuhi kotoran gaes.

Ya, itu gejala dari komponen throttle body pada motor injeksi sudah kotor.

Kalau throttle body pada motor injeksi kotor, ada beberapa gejalanya.

"Sudah pasti kalau throttle body pada motor injeksi kotor tarikan motor jadi berat," buka Suryo selaku Mekanik R59 Racing kepada GridOto.com.

Menurut Mas Yo, panggilannya, kotoran pada throttle body bisa menutupi sensor-sensor yang ada di dalamnya.

"Ada beberapa sensor di throttle body, diantaranya Throttle Position Sensor (TPS), Manifold Absolute Pressure (MAP) Sensor sampai Intake Air Temperature (IAT) sensor," kata Mas Yo.

Pada motor injeksi, throttle body hanya berfungsi sebagai pengatur masuknya udara ke ruang bakar.

Throttle body motor kotor (Isal/GridOto.com)

Sedangkan banyak atau sedikitnya bahan bakar yang disemprotkan ke ruang bakar, tergantung dari perintah ECU melalui injector.

Perintah ECU itu dipengaruhi oleh pembacaan sensor-sensor yang ada di throttle body.

"Saat sensor-sensor tertutup kotoran berupa debu, pembacaaanya jadi ngaco dan akhirnya mempengaruhi juga ke performa motor, tarikannya jadi berat," jelas pria asli Pekalongan ini.

Selain tarikan motor jadi berat, gejala throttle body kotor bisa dirasakan saat memanaskan mesin.

"Biasanya motor jadi susah langsam dan mesin jadi mati-mati terus," tuturnya di Jl. Dewi Sartika No.32D, Ciputat, Tangerang Selatan.