Sering Dianggap Bikin Kencang, Ahli Ungkap Bahaya Mobil Pakai Bensin Oktan Ketinggian

By , Senin, 13 Juli 2026 | 16:00 WIB

Ilustrasi isi bensin di SPBU (Istimewa)

GridOto.com - Masih banyak yang beranggapan kalau kendaraan tenggak bensin oktan tinggi bisa bikin lebih irit.

Selain itu ada anggapan lain juga isi bensin dengan oktan lebih tinggi dari anjuran bisa bikin mobil lebih kencang larinya.

Terkait anggapan tersebut, Tri Yuswidjajanto Zaenuri, ahli konversi energi dari Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB) angkat bicara.

Ia membenarkan kalau bensin oktan tinggi memang bisa bikin kendaraan jadi lebih irit ketimbang pakai oktan rendah.

Asal penggunaan bahan bakar pada kendaraan harus sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

Ambil contoh Daihatsu Sigra yang punya rasio kompresi mesin 11,5 : 1.

Anjuran dari pabrikan, Daihatsu Sigra menggunakan bensin dengan oktan minimal RON 92.

"Karena mesin sudah disesuaikan dengan bensin, otomatis performanya lebih optimal, baik tenaga serta konsumsi BBM-nya," ujar pria yang akrab disapa Yus beberapa waktu lalu.

Alhasil mesin jadi lebih responsif, sehingga tidak perlu buka gas besar-besar untuk kecepatan yang diinginkan.

Baca Juga: Beberapa Orang Percaya Minyak Kayu Putih Bisa Naikan Oktan Pertalite, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Efeknya, konsumsi BBM jadi lebih irit saat menggunakan bensin dengan oktan tinggi yang sesuai.

Hal lain dari bensin oktan tinggi yang bikin irit bensin adalah adanya campuran zat aditif.

"Salah satunya adalah kandungan detergen, yang diformulasikan untuk membersihkan ruang mesin," imbuhnya dikutip GridOto.

Ruang bakar yang bersih membuat kinerja mesin lebih optimal, yang secara otomatis juga berdampak ke konsumsi BBM.

"Makanya balik lagi, kita harus mengisi bensin kendaraan kita dengan mengikuti anjuran dari pabrikan," papar Yus.

Lantas, apa dampaknya jika pakai bensin yang oktannya tidak sesuai anjuran pabrikan?

Misalnya pakai bensin yang oktannya lebih rendah.

Baca Juga: Pengguna Mobil Injeksi Tenang, Ternyata Mesin Kalian Lebih Tahan Bensin Oktan Rendah

"Pembakarannya tidak sempurna, efeknya bisa bikin ngelitik, emisi gas buang lebih tinggi dan bisa bikin mesin rusak," ucap Yus.

Begitu pula jika memaksa pakai bensin yang nilai oktannya melebihi anjuran pabrikan.

Ambil contoh Daihatsu Sigra yang seharusnya pakai bensin oktan 92, tapi diisi dengan oktan 98.

Hal ini juga tidak bisa dibenarkan karena bensin tidak terbakar sempurna oleh mesin, karena tidak sesuai spesifikasi mesin.

"Bukannya bikin motor makin kencang, malah bikin karbon menumpuk di ruang mesin," katanya.

"Akibatnya selain tarikan ngempos, karbon yang menumpuk juga bisa merusak komponen mesin," pungkas Yus.