Secara dimensi, kedua rantis ini memiliki postur yang sama-sama bongsor, namun Garuda Limousine dirancang sedikit lebih melar demi akomodasi kenyamanan maksimal.
Maung Garuda Limousine memiliki panjang 5,05 meter, lebar 2,06 meter, dan tinggi 1,87 meter.
Bobotnya mencapai 2,95 ton, angka yang tergolong berat namun sangat sebanding dengan perlindungan yang tertanam di balik kulit bodinya.
Sebagai mobil kepala negara, aspek keamanan menjadi prioritas utama yang tidak dimiliki oleh Maung Jelajah standar.
Material bodi Garuda Limousine dilapisi oleh composite armor yang memiliki kemampuan menahan hantaman tembakan amunisi kaliber 7,62 x 51 mm NATO serta 5,56 x 45 mm M193.
Area kaca mobil pun tidak sembarangan karena sudah menggunakan kaca antipeluru dengan standar ekstrim level B5/B6.
Untuk sektor kaki-kaki, mobil ini mengandalkan ban berukuran besar 21 inci dengan tipe Run Flat Tyre (RFT), yang menjamin kendaraan tetap bisa melaju dengan aman menyelamatkan diri meskipun ban dalam kondisi bocor atau kempis total.
Masuk ke dalam kabin, perbedaan interiornya terasa bagai bumi dan langit.
Jika Maung Jelajah hanya menyediakan fasilitas standar operasional seperti AC, ban cadangan, dan kursi penumpang berbahan biasa untuk empat orang, maka kabin Garuda Limousine telah disulap menjadi ruang kerja sekaligus tempat istirahat yang super mewah bagi presiden.
Fasilitas hiburan dan penunjang kerja di dalam kabin Garuda Limousine dibuat serba modern dan premium.
Pengemudi dan penumpang dimanjakan dengan kehadiran head unit berukuran 12 inci serta sistem kamera 360 derajat untuk memantau sekitar secara penuh.