GridOto.com - Honda Super-ONE yang baru meluncur di Indonesia hari ini (13/7) bisa dibilang sebagai penerus spiritual dari Honda City Turbo II (E-AA).
Pertama, hal ni bisa dilihat dari bentuk kedua mobil yang sama-sama mungil.
City Turbo II punya panjang 3.420 mm, lebar 1.625 mm, tinggi 1.470 mm, dan wheelbase 2.220 mm.
Super-ONE memiliki panjang 3.589 mm, lebar 1.475 mm, tinggi 1.545 mm, dan wheelbase 2.530 mm.
Desainnya pun mirip, dari bentuk bodi, fender, dan lampu depannya.
Baca Juga: Honda Super-One Sudah Dijual di Jepang, Harga dan Jaraknya Oke Juga
Pun demikian kalau dilihat dari teknologi yang dibawa kedua mobil.
Honda City Turbo II yang meluncur di Jepang pada 10 November 1983 dibekali turbo dengan intercooler.
Teknologi yang pertama dipakai di segmen kei-car mesin bensin 1.200 cc pada waktu itu.
Nah, Honda Super-ONE juga pakai "Turbo".
Pakai tanda kutip karena turbonya berbeda dengan yang dipakai di Honda City Turbo II.
Baca Juga: Kata Siapa Honda Super-One Kurang Keren? Nih Lihat Karya Baru Mugen
Kalau di City Turbo II pakai "rumah keong" yang mensuplai udara yang dimampatkan ke mesin 4-silinder 1.231 cc buat meningkatkan tenaga serta akselerasi mobil.
Nah, kalau Honda Super-ONE enggak ada "rumah keong" karena inikan mobil listrik.
Gantinya di Super-ONE ada fitur Boost Mode.
Ketika Boost Mode aktif maka mobil listrik mungil ini dapat suntikan tenaga tambahan layaknya turbo dan bisa "pindah gigi".
Baca Juga: Intip Fitur Honda Super-One, Dapat Banyak Printilan Prelude Lho
Saat mode ini diaktifkan, tenaga maksimum meningkat dari 64 dk menjadi 95 dk.
Lonjakan tenaga ini terjadi karena motor listrik mengeluarkan seluruh potensi performanya.
Hasilnya adalah akselerasi yang lebih bertenaga dan responsif.
Tak hanya itu, BOOST Mode juga dipadukan dengan transmisi virtual 7-percepatan yang meniru sensasi perpindahan gigi seperti pada mobil bermesin konvensional.
Kalau menurut kamu mirip enggak kedua mobil ini?