"Oli mesin ada yang encer seperti 0W atau kental seperti 20W itu menyesuaikan dengan kerapatan komponen mesin," jelas Andy di Jl. Suka Damai 2, Eyang Agung, Ciputat.
Lanjut Alvin, rata-rata mesin mobil sekarang sudah pakai oli encer karena celah komponen yang lebih rapat.
Sehingga percepatan pelumasan komponen sesuai, tidak ada bagian yang tidak terlumasi.
"Kalau mesin rapat pakai oli kental ada celah yang tidak bisa terlumasi, akhirnya cepat aus," sebut Andy.
3. Molekul Base Oil
"Yang banyak orang tahu oli mesin ada jenis mineral, semi synthetic, dan fully synthetic," ujarnya.
Base oil yang digunakan berpengaruh pada karakter oli mesin itu sendiri untuk pelumasan.
Seperti kandungan sintetik yang lebih mendominasi, oli mesin bisa dibuat menyesuaikan kebutuhan.
Seperti oli ECO untuk pelumasan yang bikin irit bahan bakar, atau oli performa yang dirancang tahan suhu tinggi.
"Unsur sintetik juga dibuat dengan molekul seragam, mengisi celah komponen untuk pelumasan yang lebih sempurna," tutup Andy.
Baca Juga: Intip Daftar Harga Mobil Bekas Toyota Calya 2020-2021, Benaran Semurah Ini?