GridOto.com - Usai melakoni sprint race di MotoGP Jerman, Pedro Acosta bilang balapan tersebut membosankan.
Ia pun menyarankan agar Sprint Race digelar dengan jumlah lap yang tetap, bukan sekadar mengambil setengah dari jumlah lap balapan utama (Grand Prix).
Dalam balapan sepanjang 15 lap tersebut, posisi tujuh pembalap teratas sama sekali tidak berubah sejak lap pertama hingga bendera finis dikibarkan.
Melansir Crash, Acosta, yang finis di posisi kedelapan, menjadi pembalap pertama yang berhasil memperbaiki posisi setelah merangkak naik dari posisi kesepuluh di lap pembuka.
Saat ditanya apakah balapan yang dinilai "membosankan" oleh penonton itu terasa lebih seru saat dijalani di atas motor, ia pun menjawab:
"Sama sekali tidak. Menurut saya, agak sulit menyuguhkan balapan yang menarik bagi para penggemar jika Sprint Race berlangsung selama 15 lap. Itu terlalu lama."
"Saya tahu aturannya memang setengah dari jumlah lap balapan utama, tapi 15 lap itu terlalu banyak untuk sebuah Sprint."
"Mungkin jumlahnya bisa dikurangi, kira-kira jadi 10 lap saja."
Baca Juga: Alex Marquez Tampil Spesial di Sachsenring, Pakai Livery yang Pernah Ukir Sejarah
"Mungkin jumlah lap di Sprint Race bisa dikurangi, terutama di sirkuit-sirkuit yang punya jumlah lap terlalu banyak."
Acosta juga membenarkan bahwa membuntuti pembalap lain dari jarak dekat merupakan hal yang sulit.
"Yang susah itu kalau berada di belakang pembalap lain. Berada di posisi yang sangat dekat dengan pembalap di depan justru lebih sulit daripada melakukan aksi salip-menyalip."
Meski begitu, pembalap asal Spanyol ini menilai finis di posisi kedelapan sudah mencerminkan tingkat daya saing KTM saat ini.
"Ini hal yang wajar. Maksud saya, bukan kejutan lagi kalau Ducati dan Aprilia itu cepat. Itulah kenyataannya."
"Saat kami sedang di atas angin, biasanya kami entah bagaimana bisa menembus posisi lima besar. Namun di waktu lain saat kami kesulitan, kami kembali ke posisi alami kami, yaitu di sekitar peringkat 7, 9, atau 10." tambahnya.
Selain itu, Acosta juga menyambut positif perubahan formasi grid start MotoGP yang kini dibuat lebih renggang untuk pertama kalinya.
"Ini adalah hal pertama terkait keselamatan yang benar-benar terasa lebih aman. Tentunya, ketikaa Anda melakukan start dengan baik dan tiba di tikungan pertama, Anda bisa menyalip pembalap yang berada di jalur Anda." ujarnya.
"Mungkin untuk menyalip pembalap di barisan depan memang lebih sulit dan hanya bisa dilakukan saat pengereman. Namun, setidaknya saat tiba di tikungan pertama, pembalap hanya berdampingan dengan satu atau dua pembalap, bukan dikerubungi lima pembalap sekaligus."