Bisa Rontokkan Endapan, Begini Cara Rawat Mobil Diesel Biar Gak Kaget Pas Pakai B50

By , Minggu, 12 Juli 2026 | 10:00 WIB

Ilustrasi mobil diesel Toyota Fortuner isi BBM di SPBU (Dwi Wahyu/GridOto)

GridOto.com - Program mandatori biodiesel 50 persen (B50) untuk bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sudah mulai berjalan.

Menanggapi kebijakan baru ini, para pemilik kendaraan bermesin diesel diharapkan bisa memahami karakteristik B50 serta lebih tertib dalam melakukan perawatan supaya performa kendaraan tetap terjaga.

Business Solutions Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Anjar Rosjadi, menegaskan bahwa pada dasarnya semua lini kendaraan Isuzu sudah didesain tangguh untuk mengonsumsi bahan bakar yang beredar di pasar domestik, termasuk siap mendukung kebijakan biodiesel dari pemerintah.

Meski begitu, konsumen dituntut untuk lebih disiplin dalam melakukan servis berkala karena karakteristik B50 yang berbeda dari solar biasa.

"B50 itu bahan dasarnya 50 persen biodiesel. Karakter kimianya memiliki kemampuan pelumasan yang lebih baik, tetapi juga lebih higroskopis, lebih mudah mengalami oksidasi, serta memiliki kemampuan cleansing," kata Anjar melansir Kompas.com (10/7/2026).

Anjar menambahkan bahwa efek membersihkan (cleansing) tersebut sebenarnya menjadi kelebihan dari biodiesel.

Namun, bagi mobil yang jarang diservis, kotoran atau endapan lama yang rontok justru berisiko menyumbat filter bahan bakar.

Baca Juga: Mobil Diesel di Jateng dan DIY Sudah Bisa Isi Solar B50, Stok di SPBU Ready

Filter bahan bakar menjadi salah satu komponen krusial yang wajib diperhatikan lebih karena perannya yang menyaring kotoran sebelum solar dialirkan menuju sistem injeksi.

Jika mobil sering digunakan untuk mobilitas atau operasional yang berat, pemilik disarankan untuk mengganti komponen ini lebih awal dari jadwal biasanya.

"Kalau penggunaannya cukup berat, sebaiknya pergantian filter dilakukan lebih cepat dari yang disarankan," katanya.

Bukan hanya soal waktu penggantian, Isuzu juga sangat menyarankan pemilik kendaraan untuk selalu memilih suku cadang asli (genuine parts) agar efektivitas penyaringan tetap sesuai standar pabrikan.

"Yang paling penting menggunakan filter genuine karena kualitasnya sudah sesuai dengan kebutuhan kendaraan," ujar Anjar.

Secara teknis, solar akan mengalir melewati filter, pompa bahan bakar (fuel pump), control valve, hingga common rail sebelum akhirnya sampai ke injektor.

Di sinilah filter bertindak sebagai benteng pertahanan pertama. Dengan menjaga kondisi filter tetap prima, risiko kerusakan pada komponen mesin lain yang biayanya jauh lebih mahal dapat ditekan.

"Kasus pertama pasti terjadi di filter dulu. Kalau filter rutin diganti, biasanya tidak akan sampai merusak komponen di atasnya seperti injektor," ujarnya.

Baca Juga: Biodiesel B50 Sudah Masuk Jateng dan DIY, Pertamina Pastikan Stok Terkendali

"Jadi kalau mulai terasa ada yang berbeda, jangan dipaksa terus digunakan. Lebih baik langsung dicek supaya bisa dilakukan tindakan preventif," kata Anjar.

Langkah pencegahan lain yang tidak kalah penting adalah dengan selalu mengisi bahan bakar di stasiun pengisian resmi demi menjamin kualitas solar yang masuk ke tangki mobil.

"Kami mengimbau konsumen melakukan pengisian bahan bakar di SPBU resmi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Sebagai informasi, saat ini Isuzu tengah aktif menguji coba penggunaan bahan bakar B50 pada seluruh lini kendaraan diesel mereka hingga jarak puluhan ribu kilometer.

Hasilnya, sejauh ini belum ditemukan kendala yang berarti.

Kuncinya berada pada kedisiplinan pemilik dalam melakukan perawatan berkala, pemakaian suku cadang asli, serta pengisian BBM di SPBU resmi.