"Yang paling penting menggunakan filter genuine karena kualitasnya sudah sesuai dengan kebutuhan kendaraan," ujar Anjar.
Secara teknis, solar akan mengalir melewati filter, pompa bahan bakar (fuel pump), control valve, hingga common rail sebelum akhirnya sampai ke injektor.
Di sinilah filter bertindak sebagai benteng pertahanan pertama. Dengan menjaga kondisi filter tetap prima, risiko kerusakan pada komponen mesin lain yang biayanya jauh lebih mahal dapat ditekan.
"Kasus pertama pasti terjadi di filter dulu. Kalau filter rutin diganti, biasanya tidak akan sampai merusak komponen di atasnya seperti injektor," ujarnya.
Baca Juga: Biodiesel B50 Sudah Masuk Jateng dan DIY, Pertamina Pastikan Stok Terkendali
"Jadi kalau mulai terasa ada yang berbeda, jangan dipaksa terus digunakan. Lebih baik langsung dicek supaya bisa dilakukan tindakan preventif," kata Anjar.
Langkah pencegahan lain yang tidak kalah penting adalah dengan selalu mengisi bahan bakar di stasiun pengisian resmi demi menjamin kualitas solar yang masuk ke tangki mobil.
"Kami mengimbau konsumen melakukan pengisian bahan bakar di SPBU resmi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.
Sebagai informasi, saat ini Isuzu tengah aktif menguji coba penggunaan bahan bakar B50 pada seluruh lini kendaraan diesel mereka hingga jarak puluhan ribu kilometer.
Hasilnya, sejauh ini belum ditemukan kendala yang berarti.
Kuncinya berada pada kedisiplinan pemilik dalam melakukan perawatan berkala, pemakaian suku cadang asli, serta pengisian BBM di SPBU resmi.