Pengguna Setuju Usulan Tarif Langganan TransJakarta Rp 200 Ribu per Bulan, Semoga Direalisasi

By , Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:30 WIB

Transjakarta beroperasj 24 jam untuk mengurai arus balik lebaran 2026. (Kompas.com/Febryan)

Menurut dia, uang yang dihemat dari biaya transportasi bisa digunakan untuk kebutuhan lain.

"Bisa buat langganan bulan depannya. Soalnya kerja uangnya habis sama ongkos," tutur Salma.

Sebelumnya, Ketua DTKJ periode 2026-2028 Sugihardjo mengusulkan ada paket Rp 200.000 per bulan untuk pengguna Transjakarta.

Skema tersebut diusulkan bersamaan dengan rencana penyesuaian tarif reguler Transjakarta menjadi Rp 5.000 untuk layanan BRT, non-BRT, dan Mikrotrans yang terintegrasi.

"Nah kita mendorong tarif langganan. Kan di luar negeri banyak tuh langganan," terang Sugihardjo usai dilantik Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, (3/7/26) disitat dari Kompas.com.

Dengan skema tersebut, pengguna akan memperoleh potongan biaya dibandingkan jika membayar tarif harian.

Perhitungan tarif langganan didasarkan pada asumsi pengguna melakukan perjalanan pulang pergi selama 25 hari kerja dalam sebulan.

"Jadi kalau orang yang bekerja kan kita hitungannya sehari sebulan kan 25 hari kerja kan. Nah itu kan tarifnya mestinya kalau Rp 5.000 berangkat, Rp 5.000 pulang, udah Rp 10.000. Kan jadi kali 25 berapa? Rp 250.000," kata Sugihardjo.

Dari perhitungan tersebut, DTKJ mengusulkan agar pengguna yang memilih paket langganan memperoleh diskon sebesar 20 persen.