Pengguna Setuju Usulan Tarif Langganan TransJakarta Rp 200 Ribu per Bulan, Semoga Direalisasi

By , Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:30 WIB

Transjakarta beroperasj 24 jam untuk mengurai arus balik lebaran 2026. (Kompas.com/Febryan)

Ia mengaku akan langsung mendaftar jika paket langganan Rp 200.000 per bulan benar-benar diterapkan.

"Kalau ada paket langganan Rp 200.000 sepertinya aku orang yang pertama daftar kak," tutur Fatimah dengan semangat.

Fatimah bercerita, setiap hari ia berangkat dari rumahnya di Jakarta Barat menuju kantor di Jakarta Pusat menggunakan dua layanan Transjakarta, yakni BRT dan non-BRT.

"Aku naik BRT terus nyambung Non BRT. Nah biasanya kalau tap di BRT Rp 3.500 pas nyambung ke Non BRT bayar lagi Rp 3.500. Hitung aja satu kali perjalanan aku bisa Rp 7.000 dikali pulang habis Rp 14.000. Jauhnya hemat," sebutnya

Dengan biaya tersebut, Fatimah mengaku harus mengeluarkan sekitar Rp 350.000 per bulan untuk transportasi menuju tempat kerja, dengan asumsi 25 hari kerja.

Karena itu, ia mendukung jika paket langganan senilai Rp 200.000 per bulan diterapkan.

"Sebulan buat Transjakarta aja Rp 350.000 jadi kalau cuma daftar paket Rp 200.000 aku milih itu," ucap Fatimah.

Sementara itu, penumpang lainnya, Salma Fauziah (25), juga mengaku menyambut baik wacana tarif langganan tersebut.

Baca Juga: Tarif TransJakarta Diusulkan Naik Jadi Rp5.000, DTKJ Klaim Justru Lebih Murah

Bus Transjakarta (Tribunnews.com)

Menurut dia, skema berlangganan akan membantu masyarakat yang rutin menggunakan Transjakarta setiap hari untuk bekerja maupun beraktivitas.

"Setuju-setuju aja. Asumsinya pemerintah ngasih usulan biasanya ada opsi jauh lebih murah," katanya.

Salma berharap usulan tersebut dapat segera direalisasikan.