Dia menambahkan, kebutuhan FAME untuk program B50 pada 2026 diperkirakan berkisar 16,7 juta-18 juta kiloliter (KL).
Menurutnya, angka itu masih menggunakan rentang karena pemerintah perlu menyesuaikan dengan perkembangan konsumsi bahan bakar di lapangan, termasuk pengaruh kebijakan seperti work from home (WFH) dan kondisi stok nasional.
"Dengan adanya B50 ini kan pasti tambah produksi, tapi kita hitungannya adalah 16,7-18 juta KL. Kita tulis dalam bentuk rentang karena bergerak terus angkanya menyesuaikan situasi," pungkas Eniya.