GridOto.com - Persaingan mobil hybrid di Indonesia semakin memanas seiring banyaknya model baru yang hadir dalam beberapa waktu terakhir.
Terutama, merek-merek asal China yang kini mulai bermain di segmen kendaraan hybrid, dari sebelumnya mengandalkan mobil listrik murni (EV).
Di segmen Low MPV, Toyota mengaku tidak hanya mengandalkan produk, tetapi juga menawarkan pengalaman kepemilikan secara menyeluruh agar Veloz Hybrid tetap menjadi pilihan konsumen.
Vice President PT Toyota-Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily, mengatakan kompetisi yang semakin ramai justru menjadi perkembangan positif bagi industri otomotif nasional.
"Kompetisi di segmen Low MPV semakin dinamis, dan kami melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang positif bagi konsumen maupun industri," ujar Ernando kepada GridOto.com, Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, strategi Toyota bukan sekadar menghadirkan mobil dengan spesifikasi yang kompetitif.
Pabrikan juga fokus memberikan total ownership experience, mulai dari kualitas produk hingga layanan purna jual.
"Strategi Toyota bukan hanya menghadirkan produk yang kompetitif, tetapi juga memberikan total ownership experience," buka Ernando.
"Mulai dari memastikan kualitas produk, efisiensi, kenyamanan, keamanan, jaringan dealer yang luas, layanan aftersales, ketersediaan suku cadang yang mudah dijangkau, hingga resale value yang terjaga," lanjutnya.
Baca Juga: Tipe Termurah Jadi Favorit, Ini Varian Toyota Veloz Hybrid Paling Laris
Melalui Veloz Hybrid, Toyota juga ingin memperluas adopsi teknologi elektrifikasi ke segmen keluarga yang lebih luas.
Dengan begitu, semakin banyak konsumen di Indonesia dapat menikmati kendaraan hybrid yang efisien tanpa mengorbankan kepraktisan untuk penggunaan sehari-hari.
Ia juga menjelaskan, salah satu keunggulan Veloz Hybrid adalah kemudahan penggunaan karena tidak memerlukan pengisian daya dari sumber listrik eksternal.