Bos Toyota Respons Merek China yang Mulai Geser Fokus ke Hybrid, Begini Katanya

By , Jumat, 10 Juli 2026 | 14:16 WIB

Ilustrasi Yaris Cross Hybrid, salah satu line-up Toyota di segmen Hybrid. (Toyota)

GridOto.com - Sejumlah pabrikan otomotif asal China yang sebelumnya gencar menawarkan mobil listrik murni (BEV) kini mulai memperluas lini produknya dengan menghadirkan model hybrid di Indonesia.

Buat yang belum tahu, pasar kendaraan hybrid di Indonesia sebelumnya lebih banyak diisi oleh model-model dari brand Jepang.

Menanggapi tren tersebut, Toyota selaku merek yang saat ini menguasai segmen hybrid di Tanah Air buka suara.

Vice President PT Toyota-Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily, menilai langkah tersebut menjadi sinyal bahwa teknologi hybrid semakin diterima oleh konsumen Tanah Air.

"Kami melihat fenomena tersebut sebagai perkembangan yang positif, karena menunjukkan bahwa teknologi Hybrid semakin diterima baik oleh pasar," ujar Ernando kepada GridOto.com, Jumat (10/7/2026).

Menurutnya, sejak awal Toyota memang tidak hanya berfokus pada satu teknologi elektrifikasi.

Pabrikan asal Jepang itu memilih menerapkan strategi multi-pathway dengan menghadirkan berbagai pilihan teknologi agar sesuai dengan kebutuhan masing-masing konsumen.

"Sejak awal, Toyota percaya bahwa setiap pelanggan memiliki kebutuhan dan kondisi penggunaan yang berbeda. Karena itu, Toyota menjalankan strategi multi-pathway dengan menghadirkan berbagai pilihan teknologi, mulai dari kendaraan ICE yang semakin efisien, Hybrid EV, Plug-in Hybrid EV, Battery EV, hingga teknologi lainnya sesuai kebutuhan dan preferensi pelanggan serta kesiapan ekosistem masing-masing daerah," jelasnya.

Pasar Otomotif Belum Pulih

Di sisi lain, Ernando mengakui kondisi pasar otomotif nasional secara umum masih belum sepenuhnya pulih.

Baca Juga: Toyota Avanza Harga Rp 80 Jutaan, Cocok Buat Liburan Bersama Keluarga

Menurutnya, tantangan daya beli masyarakat dan dinamika ekonomi masih menjadi faktor yang memengaruhi penjualan kendaraan secara nasional.

Meski begitu, Toyota mengaku masih mampu membukukan pertumbuhan penjualan di tengah kondisi pasar yang menantang.

"Secara umum, pasar otomotif nasional masih menghadapi tantangan, terutama dari sisi daya beli dan dinamika ekonomi. Namun di tengah kondisi tersebut, Toyota bersyukur masih mencatatkan kinerja yang positif," katanya.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Toyota mencatat penjualan wholesales sekitar 111 ribu unit atau naik sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dengan capaian tersebut, Toyota berhasil mempertahankan pangsa pasar sekitar 31 persen.

Ia menilai hasil tersebut menunjukkan kebutuhan mobilitas masyarakat masih tetap tinggi.

Namun, karakter konsumen kini mulai berubah dengan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum membeli kendaraan.

"Bagi kami, capaian ini menunjukkan bahwa kebutuhan mobilitas masyarakat tetap kuat, terutama terhadap produk yang memiliki value jangka panjang," paparnya.

"Konsumen saat ini semakin rasional dan selektif, tidak hanya melihat harga, tetapi juga efisiensi bahan bakar, biaya kepemilikan, keandalan produk, resale value, serta layanan purna jual," tutupnya.