"Secara umum, pasar otomotif nasional masih menghadapi tantangan, terutama dari sisi daya beli dan dinamika ekonomi. Namun di tengah kondisi tersebut, Toyota bersyukur masih mencatatkan kinerja yang positif," katanya.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Toyota mencatat penjualan wholesales sekitar 111 ribu unit atau naik sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dengan capaian tersebut, Toyota berhasil mempertahankan pangsa pasar sekitar 31 persen.
Ia menilai hasil tersebut menunjukkan kebutuhan mobilitas masyarakat masih tetap tinggi.
Namun, karakter konsumen kini mulai berubah dengan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum membeli kendaraan.
"Bagi kami, capaian ini menunjukkan bahwa kebutuhan mobilitas masyarakat tetap kuat, terutama terhadap produk yang memiliki value jangka panjang," paparnya.
"Konsumen saat ini semakin rasional dan selektif, tidak hanya melihat harga, tetapi juga efisiensi bahan bakar, biaya kepemilikan, keandalan produk, resale value, serta layanan purna jual," tutupnya.