GridOto.com - Jangan percaya mitos sesat yang menyebut mobil berpenggerak depan tidak bisa menaklukan tanjakan.
Faktanya, saat ini rata-rata mobil keluarga justru dibekali penggerak depan atau front wheel drive (FWD).
Contohnya, Mitsubishi Xpander, Xpander Cross sampai Destinator.
Bagi mobil berpenggerak roda depan justru memiliki banyak kelebihan baik dari sisi performa maupun estetika.
Pertama adalah tenaga dari mesin mobil FWD akan langsung disalurkan ke dua roda di bagian depan.
Tak ada proses penyaluran tenaga melalui gardan seperti di mobil berpenggerak roda belakang yang banyak lost power karena banyak part penyalur.
Selain itu, karena hanya membutuhkan sedikit komponen dan tidak ada gigi transmisi dan poros untuk menyalurkannya ke roda belakang, mobil FWD punya bobot yang lebih ringan.
"Beberapa keunggulan ada pada mobil penggerak roda depan dan untuk kendaraan penumpang sebenarnya nyaris tidak ada perbedaan jika berbicara masalah daya jelajah seperti kekuatan menanjak antara penggerak roda depan dan belakang. Ada perbedaan hanya pada mobil-mobil beban berat seperti truk," kata Rifat Sungkar, Pembalap Reli Nasional sekaligus Brand Ambassador Mitsubishi dari siaran resmi Mitsubishi, (3/7/26).
Lebih lanjut, Rifat menjelaskan, keuntungan lain mobil penggerak roda depan adalah sisi handling.
Ia mengatakan, mobil FWD lebih mudah dikendalikan, atau pengemudi lebih mudah mengarahkan mobil sesuai dengan keinginan.
Baca Juga: Biar Paham, Ini Trik Supaya Mobil FWD Tidak Mundur Saat Menanjak
Sementara dari sisi desian interior, para desainer lebih mudah mengatur ruang kabin belakang karena tidak adanya axle (gardan) belakang.
Lantai bisa dibuat rata dan penumpang mendapatkan kenyamanan lebih saat menempuh perjalanan jauh.
Menurut Rifat, hilangnya axle membuat kabin lebih senyap dan tenaga mesin yang disalurkan ke roda pun lebih maksimal.
"Misal mobil mesin bertenaga 100 hp, jika mobil penggerak roda belakang, total tenaga yang dikeluarkan ke roda akan terpangkas 35 persen. Jika mobil FWD pasti ada tapi tidak besar," jelas Rifat.
Bukan hanya itu, mobil berpenggerak roda depan juga unggul saat traksi atau gaya gesek ban mobil dan permukaan jalan terutama ketika hujan.
Gaya gesek lebih aman karena roda depan yang menarik roda belakang. Berat mesin mobil yang berada di depan dapat membantu traksi lebih aman.
Jadi, tidak benar bila mobil dengan sistem penggerak roda depan seperti Mitsubishi Xpander dan juga Xpander Cross dianggap kurang bisa diandalkan khususnya di jalan yang licin.
Justru dengan menganut sistem penggerak roda depan, keunggulannya ada pada traksi mobil di jalanan licin terutama pada saat hujan.
Traksi mobil FWD diketahui akan lebih bagus pada jalan kondisi yang licin.
Hal ini dikarenakan, roda depan bertugas untuk menarik mobil, bukan mendorong seperti mobil dengan penggerak RWD.
Baca Juga: Faktor Ini Jadikan Mitsubishi Xpander Cross Raih The Best Small SUV 7-Seater OTOMOTIF Award 2026
Selain itu, berat mesin mobil yang berada di depan, lebih memberikan rigid pada roda, sehingga membantu traksi di saat kondisi hujan maupun jalan yang licin.
Pada contoh Xpander, transmisi otomatis-nya telah dilengkapi dengan pilihan selector '2 & L'. Posisi ini untuk memberikan tenaga ekstra ketika mengendarai di bukit yang curam, juga untuk pengereman mesin ketika berada di jalan yang agak curam.
Selain itu baik Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross pun sudah dilengkapi dengan fitur-fitur canggih yang mendukung kenyamanan di jalan raya.
Seperti fitur Hill Start Assist (HSA) yang akan mengaktifkan rem secara otomatis selama beberapa detik saat akan melaju di jalanan menanjak sehingga mobil tidak bergerak mundur.
Fitur ini akan aktif seketika jika Xpander berada di posisi tanjakan dan mobil berhenti, lalu saat mobil kembali melaju HSA akan menahan mobil selama 3 detik agar tidak mundur ketika pengemudi memindahkan kaki dari pedal rem ke pedal gas.
Ada juga fitur Active Stability Control (ASC) yang secara otomatis bekerja mengontrol laju mobil saat bermanuver di jalanan licin sehingga tidak mudah tergelincir.
Fitur ini akan otomatis menyala saat mobil dihidupkan dan bekerja berdasarkan perintah dari komputer atau ECU mobil.
Ketika ECU mendeteksi mobil akan terjadi understeer atau oversteer, maka secara otomatis ECU akan mengatur system pengereman dari masing-masing roda.
Sehingga mobil akan lebih terkontrol dan tetap berada di jalurnya.
Fitur ASC ini sebenarnya bisa dinonaktifkan oleh pengemudi melalui tombol yang ada di samping kanan setir, ada tanda peringatan yang muncul di layar MID ketika fitur ASC dinonaktifkan.
Tapi ketika mobil mati dan dihidupkan lagi maka otomatis fiturnya akan kembali aktif.