Sebab, Polisi menemukan 17 jeriken di dalam kabin. Bahkan, delapan jeriken sudah terisi BBM jenis Pertalite.
"Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, ditemukan indikasi adanya tindakan kecurangan yang dilakukan oleh pemilik kendaraan karena ditemukan 17 jeriken di dalam kendaraan lengkap dengan alat dan sambungan pipa yang terhubung dengan lubang corong BBM untuk memindahkan bahan bakar minyak ke dalam jeriken," beber Samuel.
Lebih lanjut, Samuel juga menyatakan saat ini pihaknya masih berupaya mencari sopir maupun pemilik Toyota Veloz tersebut karena saat kejadian melarikan diri dari SPBU.
"Pada saat ledakan, pemilik kendaraan diketahui telah melarikan diri dari lokasi kejadian, sehingga saat ini penyidik masih berupaya mencari identitas maupun keberadaan pemilik kendaraan," tandasnya.