Studi Maverick Indonesia dan Gridoto: Marketplace Geser Media Berita Sebagai Rujukan AI di Industri Otomotif

By , Rabu, 10 Juni 2026 | 15:35 WIB

Grafik pergeseran sumber rujukan AI di industri otomotif yang sebelumnya media berita kini menjadi platform marketplace (Maverick Indonesia)

Media Berita Masih Penting Walau AI Utamakan Konten yang Jawab Kebutuhan Audiens

Meski platform media berita masih menjadi sumber utama, AI semakin mengutamakan konten yang dapat menjawab langsung pertanyaan dan kebutuhan pengguna.

Studi menemukan jawaban AI kini lebih sering dipengaruhi oleh sumber dengan konten terstruktur, spesifik, dan bersifat evergreen seperti rekomendasi produk, ulasan mendalam, panduan pembelian, serta daftar pilihan dan perbandingan kendaraan berdasarkan anggaran.

Kredibilitas media berita tetap menjadi faktor utama bagi AI mengutipnya.

Oleh karena itu, media yang memberikan akses kepada AI crawler cenderung lebih mampu mempertahankan visibilitasnya dalam jawaban AI, sementara media yang membatasi akses berpotensi mengalami penurunan porsi sumber kutipan.

Perubahan ini menjadi semakin relevan seiring berkembangnya pencarian berbasis AI yang menyajikan jawaban secara langsung tanpa selalu mengarahkan pengguna ke situs sumber.

"Zero-click search menjadi mimpi buruk bagi seluruh pemilik website, termasuk media online. Namun di balik tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, terdapat peluang besar karena ini bukan sekadar tren, melainkan pergeseran besar perilaku konsumen," tutur Dian Gemiano, Chief Marketing Officer Kompas Group Media dari siaran resminya, (9/6/26).

"Beradaptasi terhadap perubahan ini menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis di ruang digital," sambungnya.

Baca Juga: Yadea Kenalkan Sistem Cerdas di Motor Listrik, Ada Fitur GPS Tracking

AI Mengubah Strategi Visibilitas Brand

Studi ini juga menemukan setiap platform AI memiliki pola yang berbeda dalam memilih sumber informasi.

ChatGPT lebih sering merujuk marketplace otomotif, sementara Google AI Overview menunjukkan peningkatan penggunaan sumber dari media sosial dan YouTube.

Di sisi lain, Perplexity menggunakan sumber yang lebih beragam dibandingkan kedua platform tersebut.