Dua Overlander Indonesia Touring Menembus Atap Dunia, Dari Everest Lanjut ke Tibet

By Selasa, 09 Juni 2026 | 21:23 WIB

Dua rider Indonesia, Rial Hamzah (kanan) dan Adet Vriono, berhasil mencapai Everest Base Camp North Face di Tibet, China (Istimewa)

GridOto.com - Dua overlander Indonesia, Rial Hamzah dan Adet Vriono, berhasil mencapai Everest Base Camp North Face di Tibet, China, dalam ekspedisi bertajuk Ride To The Roof Of The World (17/05).

Pencapaian ini menjadi salah satu tonggak penting dalam dunia touring nasional karena dilakukan menggunakan sepeda motor berpelat Indonesia di kawasan yang dikenal sebagai salah satu wilayah paling ekstrem di dunia.

Perjalanan menuju kawasan Gunung Everest ditempuh melalui Gyawula Pass yang berada di ketinggian sekitar 5.200 meter di atas permukaan laut dengan panorama Pegunungan Himalaya yang membentang luas.

Menariknya, Everest Base Camp ternyata bukan menjadi titik tertinggi maupun garis akhir perjalanan bagi tim ekspedisi asal Indonesia tersebut.

Rial dan Adet harus berkendara di ketinggian antara 4.500 hingga lebih dari 5.000 meter di atas permukaan laut dengan kondisi alam yang sangat ekstrem. (Istimewa)

Usai mencapai kaki gunung tertinggi di dunia, perjalanan justru berlanjut menembus dataran tinggi Tibet melalui jalur legendaris Route 318 dan Route 317 yang terkenal menantang bagi para overlander.

Selama lebih dari sepekan, Rial dan Adet harus berkendara di ketinggian antara 4.500 hingga lebih dari 5.000 meter di atas permukaan laut dengan kondisi alam yang sangat ekstrem.

Udara tipis, suhu di bawah titik beku, serta kadar oksigen yang rendah menjadi tantangan harian yang harus dihadapi sepanjang perjalanan.

Meski telah melakukan adaptasi fisik, gejala Acute Mountain Sickness atau AMS seperti pusing, sesak napas, dan penurunan stamina tetap dirasakan selama ekspedisi berlangsung.

Rial Hamzah saat berpose di monumen Gunung Komolangma (Istimewa)

“Di Eropa kita bisa menemukan salju yang indah, namun umumnya berada pada elevasi yang jauh lebih rendah, sedangkan di Tibet kami menghadapi kombinasi salju, suhu beku, udara tipis, dan ketinggian ekstrem di atas 5.000 meter,” ujar Rial Hamzah dikutip dari rilis (09/06).

Selain menembus Everest Base Camp, tim juga berhasil mencapai Yuexionggou High Mountain Periglacial Wetland Park yang merupakan kawasan glacier dan ekosistem pegunungan tinggi di wilayah Baqing, Tibet.