“Harga BBM naik atau tidak, Geely tetap menghadirkan solusi mobilitas yang lebih hemat dan berkelanjutan," jelas Constantinus Herlijoso, Sales & Channel Development Director Geely Auto Indonesia.
Menurut Joso, panggilannya, untuk kebutuhan harian, kendaraan elektrifikasi seperti EV dan PHEV terbukti mampu menekan biaya operasional hingga 50%-70% dibandingkan kendaraan konvensional.
“Kami memahami bahwa setiap konsumen memiliki kesiapan yang berbeda dalam beralih ke elektrifikasi," jelasnya.
Karena itu, Geely menghadirkan pilihan teknologi yang fleksibel, mulai dari EV hingga PHEV, agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Baca Juga: Solusi Mobilitas Geely, Tekan Biaya Operasional Hingga 70 Persen
Didukung teknologi dan sistem keamanan baterai yang canggih, kendaraan elektrifikasi Geely kini mampu menempuh jarak cukup jauh.
Geely EX5 dapat menempuh hingga 495 km, Geely EX2 mencapai 395 km, sementara Geely Starray EM-i memiliki jarak tempuh gabungan lebih dari 1.000 km dalam satu kali pengisian bensin dan daya.
Seluruhnya telah dilengkapi teknologi fast charging, menjadikannya pilihan praktis untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.
Produsen Xpeng menilai, krisis energi terutama dari sisi minyak bumi memberikan indikasi pentingnya energi alternatif terbarukan.
Salah satunya adalah BEV yang mana memberikan lebih banyak alterinatif terhadap pasokan listriknya.
"Dari sisi biaya operasional (cost of ownership) dan biaya kepemilikan kendaraan (harga beli) yang ekonomis. Hal ini terkait pada perangkat penggerak kendaraan yang lebih compact dibandingkan kendaraan ICE (Internal Combustion Engine) dan juga hybrid," jelas Hari Arifianto, Vice President (VP) Marketing Xpeng Indonesia.
Komit Ke Teknologi Elektrifikasi
Toyota Astra Motor (TAM) sangat mengapresiasi langkah pemerintah dalam menahan kenaikan harga BBM pasca kenaikan harga minyak mentah.