"Korban ini baru mengantar istrinya, dia pulang dari rumah sakit. Tiba-tiba ada orang yang langsung membacok," kata Fathol Arifin, seorang warga di sekitar TKP saat dimintai keterangan awal.
Arifin menambahkan, warga sempat iba karena Nugroho ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di bagian kepala serta lengan, sementara motor Honda BeAT-nya dilaporkan raib dibawa kabur pelaku.
Menanggapi laporan awal tersebut, Kapolsek Kraksaan, Kompol Masykur bersama anggotanya langsung bergerak cepat melakukan olah TKP dan memeriksa Nugroho yang kala itu sedang dirawat di ruang IGD RSUD Waluyo Jati.
Namun, dari hasil pengembangan penyidikan, polisi menemukan banyak kejanggalan hingga akhirnya Nugroho mengakui kebohongannya.
Masykur menyatakan, kasus dugaan pembegalan ini resmi dinyatakan selesai setelah statusnya terbukti sebagai laporan palsu.
"Jadi sudah selesai jika informasi dugaan pembegalan di sekitar makam pahlawan itu tidak benar adanya atau laporan palsu, dan sudah diakui sendiri oleh korban," papar Masykur.
Kendati demikian, pihak kepolisian menyayangkan aksi nekat Nugroho.
Masykur mengimbau keras kepada masyarakat luas agar tidak membuat atau menyebarkan informasi bohong (hoaks) karena dapat merusak kondusifitas wilayah.
"Kami berharap kepada masyarakat agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. Dengan alasan apa pun, cerita bohong seperti ini dapat meresahkan masyarakat dan mengganggu situasi kamtibmas yang selama ini kondusif," tutur Masykur menutup keterangannya.