Kemampuannya berjalan dengan motor listrik saja-selama state of charge baterai mencukupi, membuat Toyota Veloz Hybrid sering melaju dengan mesin mati, dan mesin mati sama artinya dengan penghematan BBM.
Di rute Dalam Kota dengan kecepatan rata-rata 22 km/jam, Toyota Veloz Hybrid memperoleh BBM 28,9 km/l.
Lalu di rute Tol, di kecepatan rata-rata 90 km/jam Toyota Veloz Hybrid melakukannya dengan catatan 19,5 km/l.
Tapi yang istimewa adalah rute Kombinasi di average speed 50 km/jam Toyota Veloz Hybrid bisa mencetak 35,5 km/l. Sangat irit, bahkan untuk ukuran mobil masa kini hasil itu sangat irit.
Hebatnya lagi keiritan itu digapai tanpa mengorbankan kapabilitas akselerasi. Toyota Veloz Hybrid tetap bisa berlari 0-100 km/jam dalam tempo 11 detik saja.
Performa akselerasinya juga terasa kuat di pengendaraan harian. Terlihat di akselerasi pertengahan, 40-60 km/jam tuntas dalam 2,1 detik.
Di kebanyakan kecepatan rendah-menengah itu, motor listrik yang penuh torsi bekerja dengan hening dan gesit. Lalu jika perlu akselerasi lebih, motor-mesin bakar bahu-membahu mengerahkan output terbesar dan membuat MPV 7 penumpang ini ringan untuk menyalip cepat.
Baca Juga: Perbandingan Konsumsi BBM Veloz Bensin VS Veloz Hybrid, Iritnya Pol!
Pola itu membuat Toyota Veloz Hybrid terasa relevan untuk semua skenario. Perkotaan atau luar kota, jalan pelan atau lari kencang, satu penumpang atau penuh penumpang, semua dijalankan dengan mudah.
Tapi yang paling luar biasa dari value Toyota Veloz Hybrid adalah kemampuannya menjangkau lebih banyak konsumen. Dan itu bermuara pada satu aspek berikutnya: harga jual.
BBM super irit dan akselerasi yang kencang jelas sebuah nilai lebih. Tapi dalam kacamata hybrid full masa kini, pencapaian efisiensi puluhan kilometer per liter sebenarnya adalah hal biasa.
Yang membuat Toyota Veloz Hybrid jadi luar biasa adalah rangkaian kecanggihan dan efektivitas itu dikemas dalam set harga yang terasa membumi.