Dari hasil klarifikasi, pihaknya mengklaim jika kendaraan yang terbakar mengalami masalah teknis.
Selain itu, ia menyebut respons petugas di lokasi saat kejadian dinilai kurang.
Hal tersebut dipengaruhi sejumlah faktor di lapangan, termasuk fokus pelayanan di area pengisian serta keterbatasan pandangan petugas.
Sebagai tindak lanjut, sebutnya, Pertamina memanfaatkan masa penutupan untuk melakukan pembinaan sumber daya manusia (SDM) serta perbaikan sarana dan prasarana.
"Yang pertama, kami berikan pembinaan terkait pembekalan SDM. Pembekalan SDM ini meliputi aspek safety, kemudian aspek-aspek pelayanan lainnya, sehingga hasil nanti diwujudkan layanan yang bisa melayani setulus hati," katanya.