Mengingat waktu tanggap petugas berkisar 15 menit, sementara fase awal kebakaran hanya berlangsung sekitar tiga menit, keberadaan dan penggunaan APAR di lokasi dinilai sangat penting dalam pengendalian api.
Damkar juga menyebutkan jika ketersediaan APAR dapat dimanfaatkan oleh siapa pun di sekitar lokasi saat terjadi kebakaran sebagai langkah awal pemadaman.
Berdasarkan hasil pengecekan, peralatan pencegahan dan pemadaman kebakaran di SPBU tersebut dinilai dalam kondisi layak.
Namun demikian, diperlukan peningkatan dalam pemanfaatan peralatan serta kecepatan respons, yang akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak manajemen.
Baca Juga: Awas Motor Bisa Terbakar Jika Sepelekan Hal Ini Setelah Pasang Lampu Tambahan
"(Kebutuhan ideal APAR) per 100 m persegi ada satu apar dan disesuaikan dengan lokasinya," bebernya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Jawa Bagian Tengah (JBT) Pertamina Patra Niaga, Taufiq Kurniawan menyebut SPBU tersebut telah ditutup sementara selama dua hari untuk masa pembinaan.
Penutupan dilakukan sejak hari ini hingga Selasa (7/4) besok dengan pemasangan spanduk pemberitahuan kepada masyarakat.
Selama masa tersebut, operasional pelayanan bahan bakar dihentikan sementara.
"Jadi hari ini pagi tadi sekitar pukul 8.00 WIB sebenarnya sudah dari pukul 00:00 SPBU itu sudah kita tutup, kita pasang spanduk pemberitahuan bahwa SPBU ini kami tutup sementara selama 2 hari untuk masa pembinaan," kata Taufiq di lokasi.
Ia menyebut, langkah pembinaan ini bukan disebabkan oleh pelanggaran operasional, melainkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan evaluasi bersama pascainsiden.
Menurut Taufiq, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan konsumen yang terlibat dalam kejadian tersebut.
Baca Juga: Remaja Bawa Honda CB Terbakar Usai Terjun ke Jurang, Touring Berujung Duka