Membanggakan, Alumnus ITB Ini Jadi Insinyur Aerodinamika Mobil Balap Formula 1

By , Rabu, 04 Maret 2026 | 09:00 WIB

Stephanus Widjanarko, warga negara Indonesia dan alumnus ITB yang menjadi insinyur aerodinamika tim balap Formula 1 (F1) (IG/@stephanuswidjanarko)

Pada 2019 Toro Rosso berubah nama menjadi AlphaTauri. Stephanus juga naik jabatan menjadi Senior Aero Performance Engineer.

Pindah ke tim Visa Cash App RB di Inggris, Stephanus hanya bertahan satu tahun.

Sejak awal 2025 Stephanus memutuskan berjalan bersama tim Cadillac. Perusahaan mobil asal Amerika Serikat itu baru bergabung ke F1 dan siap beradu untuk musim 2026.

Baca Juga: Asli Indonesia, Lulusan ITB Ini Jadi Insinyur Penting di Tim F1 Cadillac

Stephanus Widjanarko, alumnus ITB yang kini menjadi tim ahli aerodinamika tim balap F1 (IG/@stephanuswidjanarko)

Stephanus masih menetap di Inggris dan kini memikul tanggung jawab sebagai Senior Engineer - Aero Performance.

Dari unggahan-unggahan di akun Instagram @stephanuswidjanarko tampak ketika balapan berlangsung ia berada di pinggir lintasan untuk memantau pergerakan mobil dari layar.

Stephanus beberapa kali membagikan foto tengah berpose di samping mobil balapan. Selain itu ia juga mengangkat sebuah trofi pada 2019.

"First (not last!) STR chassis on the podium TR14," tulis Stephanus yang merujuk pada sasis atau kerangka bagian bawah yang digunakan oleh tim Scuderia Toro Rosso.

Bahkan dia ikut memegang trofi kemenangan pebalap AlphaTauri, Pierre Gasly di GP Italia tahun 2020.

Wajah Stephanus juga sempat muncul dalam dokumenter F1 di Netflix yang berjudul Drive to Survive.

Wajah Stephanus Widjanarko muncul dalam dokumenter F1 di Netflix yang berjudul Drive to Survive (IG/@stephanuswidjanarko)