Gacor di World Supersport, Yamaha Tegaskan Peluang Aldi Satya ke Moto2 Terbuka Lebar

By Senin, 02 Maret 2026 | 14:45 WIB

Pembalap AS Blu Cru Racing, Aldi Satya Mahendra, berpose di podium setelah finis kedua dalam balapan kedua seri WorldSSP Australia di Sirkuit Phillip Island, Australia, 22 Februari 2026. (YAMAHA RACING INDONESIA)

GridOto.com – Aldi Satya Mahendra membuat kejutan dengan berhasil finish podium dua setelah start dari posisi 28 di kejuaraan dunia World Supersport 2026 seri pertama di sirkuit Philips Island, Australia, beberapa waktu lalu.

Penampilan apik dari adik kandung Galang Hendra Pratama ini kembali membawa spekulasi tentang masa depannya.

Jika konsisten tampil bagus di kejuaraan dunia World Supersport tahun ini, apakah juara dunia WSSP300 tahun 2024 ini berpeluang untuk diboyong ke kejuaraan dunia Moto2?

Menjawab hal tersebut, Wahyu Rusmayadi selaku Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menegaskan bahwa jalur karier Aldi sebenarnya sudah dipersiapkan sejak awal.

“Sebenarnya kita sudah posting itu. Awal tahun, waktu kita posting video Aldi di sosial media Yamaha Motor Company, itu sudah ada satu video yang menjadikan Aldi itu adalah Blu Cru program dari global,” jelas Wahyu.

Baca Juga: Sejarah Terukir di Phillip Island, Aldi Satya Mahendra Raih Podium di World Supersport

Masuknya Aldi ke dalam program bLU cRU global membuka career path yang lebih panjang, tidak berhenti hanya di level Supersport.

“Jadi career path-nya itu bersama dengan Yamaha Indonesia, bukan hanya berhenti di level Supersport, tapi bisa terus dinaikkan. Asalkan kita sama-sama bisa memenuhi minimum requirement itu. Prestasi Aldi, kemudian konsistensinya, hasilnya, dan komitmennya,” lanjutnya.

Artinya, peluang ke jenjang lebih tinggi seperti tampil di kejuaraan dunia Moto2 sangat bergantung pada performa dan konsistensi Aldi sendiri di lintasan.

Wahyu Rusmayadi (kiri) dan Aldi Satya Mahendra (kanan) (Nurul)

Namun soal teknis jika benar-benar naik ke Moto2, Wahyu menegaskan bahwa saat ini Yamaha Racing Indonesia cuma punya tanggung jawab sampai regional Asia.

“Kalau dari sekarang, kami hanya bertanggung jawab sampai di regional aja di Asia. Jadi mulai dari 250 sebagai talent scout, talent program, kemudian begitu naik ke World Championship, kita sudah menjadikan R3 World Cup itu sebagai premium bridge,” paparnya.