Pabrikan China Tak Terbendung, BYD, SAIC, dan Geely Salip Merek Jepang dan AS

By , Minggu, 01 Maret 2026 | 15:05 WIB

Ilustrasi Ekspor mobil China (Chery)

Data Kementerian Keuangan China menyebutkan program tukar tambah kendaraan menghasilkan transaksi lebih dari 2,6 triliun yuan (sekitar 380 miliar dolar AS) sepanjang 2025, melibatkan sekitar 360 juta konsumen.

Total kendaraan yang ditukar tambah melampaui 11,5 juta unit, dengan hampir 60 persen di antaranya merupakan kendaraan energi baru.

Penguatan posisi China, baik di pasar domestik maupun internasional, turut mendorong perubahan peringkat global.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA), Cui Dongshu, menyebut pangsa pasar otomotif China secara global mencapai 40 persen pada November dan bertahan di 37 persen pada Desember 2025.

Baca Juga: Gempuran Mobil China Harga Terjangkau Pernah Ganggu Ritme Pasar Lelang Mobil Bekas

Sepanjang tahun, pangsa pasar China menyentuh 35,6 persen, naik dari 34,2 persen pada 2024.

Dalam daftar produsen, SAIC dan Geely berhasil melampaui Ford serta Honda.

Geely bahkan mencatat pertumbuhan selama lima tahun berturut-turut dan untuk pertama kalinya menembus penjualan lebih dari 4 juta unit dalam setahun.

Ekspansi ke pasar luar negeri juga menunjukkan hasil positif.

Penjualan BYD di luar China mencapai 1,05 juta unit atau melonjak 145 persen secara tahunan.

SAIC pun membukukan penjualan internasional 1,071 juta unit, naik 3,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut data Asosiasi Produsen Otomotif China (CAAM), produksi kendaraan di China pada 2025 mencapai 34,531 juta unit, sementara penjualan menyentuh 34,4 juta unit.

Baca Juga: Rapor Penjualan Mobil China di Indonesia, Ini Dia yang Paling Laku