Rencana impor ini menjadi sorotan publik karena PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai perusahaan negara memilih menggandeng pabrikan asal India dibandingkan produsen dalam negeri.
Total 105.000 unit kendaraan tersebut dikontrak dari dua perusahaan besar, yakni Mahindra & Mahindra Ltd dan Tata Motors, dengan nilai kontrak mencapai Rp 24,66 triliun.
Pihak Agrinas Pangan Nusantara telah mengkonfirmasi kontrak pembelian tersebut.
Dalam laporan di situs resminya, Mahindra & Mahindra Ltd menyebut menerima pesanan 35.000 unit single cabin Scorpio Pick Up untuk mendukung operasional Kopdes Merah Putih.
CEO Otomotif Mahindra & Mahindra Ltd, Nalinikanth Gollagunta, menyatakan, kerja sama tersebut akan berdampak signifikan terhadap ekspansi internasional perusahaan.
"Volume yang dikomitmenkan untuk kemitraan ini akan secara signifikan meningkatkan Operasi Internasional kami, menambah volume ekspor total kami yang dicapai pada tahun fiskal 2025," kata Nalinikanth dalam keterangan resmi 4 Februari 2026 lalu.
Sementara itu, Tata Motors menerima pesanan sebanyak 70.000 unit dari Agrinas, yang terdiri dari 35.000 unit pikap Yodha dan 35.000 unit truk Ultra T.7 untuk mendukung kegiatan logistik Kopdes Merah Putih.
"Tata Yodha dan Ultra T.7 dirancang untuk kinerja berkelanjutan, waktu operasional tinggi, dan ekonomi operasional yang efisien," ucap Direktur Distribusi Tata Motors Indonesia, Asif Shamim.