Dari jumlah kendaraan menuju Tol Trans-Jawa tersebut, sekitar 51 persen diproyeksikan sampai dengan Semarang, sementara sisanya melanjutkan perjalanan ke arah Cipularang.
"Ini adalah berdasarkan potret yang kami lihat dari tahun sebelumnya dan diprediksi juga dari arus kembali di tahun sebelumnya," kata Rivan.
Untuk mendukung pengelolaan lalu lintas, Jasa Marga mengandalkan pemantauan berbasis teknologi, mulai dari kamera di ruas tol dan jalan arteri, pengelolaan rest area, hingga sensor ketinggian air untuk mengantisipasi potensi banjir saat hujan.
Selain itu, masyarakat juga didorong memanfaatkan aplikasi Travoy untuk memantau kondisi lalu lintas secara real time, termasuk kepadatan ruas, ketersediaan rest area, serta kanal pelaporan apabila ditemukan gangguan di jalan tol.