Salah Tekanan Angin Bisa Berisiko Saat Mudik, Ini Pesan Michelin

By , Minggu, 22 Februari 2026 | 16:30 WIB

Michelin ingatkan pentingnya cek kondisi ban sebelum mudik (Wisnu/GridOto.com)

GridOto.com - Menjelang mudik Lebaran 2026 yang identik dengan lonjakan perjalanan jarak jauh, Michelin Indonesia mengingatkan pentingnya memastikan kondisi ban sebelum mudik.

Ban disebut sebagai komponen krusial yang menentukan keselamatan, stabilitas, hingga kenyamanan selama perjalanan ratusan bahkan ribuan kilometer.

President Director Michelin Indonesia, Ichayut Kanittasoontorn, menegaskan bahwa banyak pengendara masih kerap mengabaikan kondisi ban sebelum berangkat mudik, padahal perannya sangat vital.

“Ban adalah satu-satunya bagian kendaraan yang bersentuhan langsung dengan jalan. Karena itu, memastikan kondisi ban dalam keadaan optimal menjadi langkah penting sebelum melakukan perjalanan jauh,” ujar Ichayut dalam acara Iftar Bersama Michelin di Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Menurutnya, periode Ramadan dan Lebaran selalu diikuti peningkatan mobilitas masyarakat.

Kendaraan bekerja lebih keras karena membawa penumpang dan barang lebih banyak, melintasi berbagai karakter jalan, serta menghadapi kondisi cuaca yang tidak selalu ideal.

Dalam situasi seperti ini, performa ban menjadi penentu utama keamanan perjalanan.

Hal senada disampaikan Alfons Abikaryono, Customer Engineering Support Michelin Indonesia.

Ia menekankan bahwa pemeriksaan sederhana dapat memberikan dampak signifikan terhadap keselamatan sekaligus efisiensi bahan bakar.

Baca Juga: Pasar Mobil Listrik Naik, Penjualan Ban Michelin Ikut Terdongkrak

“Memastikan tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan dan memantau kedalaman tapak ban dapat secara signifikan meningkatkan keselamatan, terutama saat kendaraan membawa beban lebih banyak selama perjalanan mudik,” jelas Alfons.

Ia menambahkan, tekanan angin yang tidak sesuai bukan hanya memengaruhi daya cengkeram, tetapi juga bisa membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.

Selain itu, kedalaman tapak ban yang sudah menipis akan mengurangi kemampuan membuang air saat hujan, sehingga meningkatkan risiko tergelincir.