Mengenal Program Si Cadiak Pertamina Patra Niaga, Kelola Limbah Jadi Kompos, Bioetanol Sampai Parfum

By , Rabu, 18 Februari 2026 | 17:46 WIB

Program Si Cadiak Pertamina Patra Niaga di Nagari Padang Toboh, Sumatera Barat. (Antara/Suharsana Aji Sasra J C)

Si Cadiak dikembangkan dengan pendekatan ekonomi sirkular, yaitu memanfaatkan limbah sebagai sumber daya yang dapat digunakan kembali dalam sistem produksi.

Pendekatan ini bertujuan untuk mengurangi limbah, meminimalkan dampak lingkungan, sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru.

Dalam program ini, limbah jerami dan kotoran ternak tidak hanya diolah menjadi pupuk kompos, tetapi juga dimanfaatkan untuk menghasilkan bioetanol dan energi terbarukan.

Pemanfaatan energi baru terbarukan melalui PLTS menjadi bagian dari upaya mendukung operasional fasilitas pembelajaran masyarakat sekaligus mendorong transisi energi di tingkat lokal.

Selain menghasilkan energi, program ini juga mendukung pengembangan kapasitas masyarakat melalui Learning Center Ukasema.

Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat edukasi dan pelatihan terkait pengelolaan limbah, pertanian berkelanjutan, dan pengembangan produk berbasis limbah.

Baca Juga: Bantu Operasional Kendaraan Niaga, Astra UD Trucks Resmi Kerja Sama dengan Pertamina

Melalui pendekatan ini, pengelolaan limbah tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat dan penguatan ekonomi lokal.

Pertamina Patra Niaga menyatakan, Si Cadiak juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung pemenuhan kriteria Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER).

Menurut Roberth, pendekatan berbasis inovasi dan dampak terukur yang diterapkan dalam program ini menjadi salah satu indikator praktik pengelolaan lingkungan yang terintegrasi.

Ia mengatakan program ini tidak hanya memberikan manfaat di lokasi pelaksanaan, tetapi juga menjadi contoh praktik pengelolaan limbah berbasis masyarakat yang dapat diterapkan di daerah lain.

Selain itu, inisiatif ini disebut selaras dengan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan tanpa kemiskinan melalui peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi melalui nilai tambah ekonomi lokal, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab melalui pengelolaan limbah berkelanjutan, serta penanganan perubahan iklim melalui pengurangan emisi dari praktik pembakaran jerami.

Program ini menempatkan pengelolaan limbah sebagai bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal, dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.