Capaian tersebut menandai dua tahun berturut-turut penjualan Audi mengalami koreksi di pasar otomotif terbesar dunia tersebut.
Meski FAW-Audi sempat mengklaim kembali memimpin segmen mobil mewah bermesin bensin di China termasuk kendaraan impor setelah enam tahun, penjualan model bermesin konvensional justru tercatat menurun.
Sepanjang 2025, penjualan kendaraan bensin FAW-Audi mencapai 570.100 unit, turun sekitar 6,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi penurunan kedua secara beruntun.
Untuk menahan tekanan pasar, Audi menerapkan strategi agresif dengan memangkas harga dan memberikan berbagai insentif penjualan.
Sejumlah dealer dilaporkan menawarkan Audi A3 model tahun 2026 dengan harga mulai 106.700 yuan (Rp 260 juta), atau sekitar 40 persen lebih murah dari harga normal.
Baca Juga: Sopir Audi A8L yang Lewat Tol TB Simatupang Gratisan Tak Ditilang Polisi, Ini Alasannya
Sementara itu, Audi Q3 dan Q4 e-tron juga ditawarkan dengan potongan besar, masing-masing dengan harga awal 131.800 yuan dan 157.900 yuan atau sekitar Rp 315 juta dan Rp 380 juta, setara diskon hingga 50 persen.
Menghadapi sisa tahun 2026, FAW-Audi juga menyiapkan peluncuran sejumlah model baru untuk memperkuat posisinya di China.
Dua model yang dijadwalkan meluncur adalah Audi A6L generasi terbaru serta Audi A6L e-tron.
Model listrik penuh tersebut akan menjadi sedan listrik pertama Audi yang dikembangkan berbasis arsitektur Premium Platform Electric (PPE) dan dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pasar China.