Pekerja Jakarta Sujud Syukur, Tarif Bus TransJakarta Batal Ganggu Uang Bulanan

By , Sabtu, 10 Januari 2026 | 16:30 WIB

Layanan bus Transjakarta. (DOK. Pemprov DKI Jakarta)

GridOto.com - Warga Jabodetabek yang bekerja di Jakarta sujud syukur.

Karena tarif bus TransJakarta batal menggangu uang bulanan yang sudah disusun lama.

Yup, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunda kenaikan tarif bus TransJakarta menjadi Rp 5.000.

Langkah ini diambil guna menjaga daya beli masyarakat di tengah situasi ekonomi yang dinilai belum stabil.

Staf Khusus Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Yoga, menyatakan keputusan penundaan ini merupakan arahan langsung dari pemerintah pusat demi menjaga stabilitas ekonomi sosial.

"Kenaikan itu ditunda karena atas permintaan pemerintah pusat. Ini pasti lebih kepada pertimbangan situasi ekonomi yang kurang kondusif," kata Nirwono dalam diskusi "Catatan Transportasi Awal Tahun 2026" di Jakarta, (8/1/26) mengutip Kompas.com.

Dengan penundaan ini, tarif layanan bus Transjakarta dipastikan tetap berada di angka Rp 3.500.

Baca Juga: Bukan Rp 3.500, Tarif Asli Bus TransJakarta Sebenarnya Sampai Segini

Sekaligus membatalkan kabar yang beredar sebelumnya mengenai rencana kenaikan tarif menjadi Rp 5.000.

Meski tarif dipastikan tidak naik dalam waktu dekat, Pemprov DKI kini tengah menghadapi tantangan besar terkait efisiensi anggaran.

Nirwono menjelaskan adanya pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat yang berimbas pada kajian pengurangan subsidi.

Berdasarkan data yang dipaparkan, terdapat selisih yang cukup signifikan antara anggaran yang disepakati dengan kebutuhan operasional ideal:

- Subsidi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni 2026: Rp 3,7 triliun.