"Air radiator kami ada tipe konsentrat yaitu 30 % dan 50 %," kata Rian.
"Biasanya buat motor dan mobil kecil pakai 30 % konsentrat, mobil di atas 2.000 cc, bus, truk dan alat berat biasanya pakai coolant yang 50 % konsentrat," jelasnya saat dihubungi melalui pesan singkat.
Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat, Segini Usia Pemakaian Air Radiator
Oiya kedua jenis coolant ini dibedakan melalui kandungan zat aditifnya, seperti kandungan ethylene glycol atau EG.
Banyak atau sedikitnya kandungan EG pada air radiator akan mempengaruhi titik didih (boiling point).
"Cuma balik lagi ke rekomendasi buku manual, butuhnya (air radiator) seperti apa. Lalu diikuti saja," tuturnya.
Tuh, ternyata air radiator mobil bisa dipakai di motor, akan tetapi harus disesuaikan dulu dengan kebutuhan di mesin motor.