“Indonesia adalah pasar sepeda motor terbesar di dunia. Konsumen kini ingin tampil unik, tidak mau yang biasa-biasa saja,” ujarnya.
Irene menekankan pentingnya pendaftaran IP sebagai bentuk perlindungan kreator.
“Proteksi harus dilakukan dari sekarang, jangan menunggu IP menjadi besar. EKRAF hadir untuk mempermudah proses yang selama ini dianggap ribet,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa potensi bisnis IP sangat besar melalui lisensi.
“Model licensing ini sudah berjalan di dunia. Marvel di AS, Pokémon di Jepang—semuanya mengandalkan licensing base,” katanya.
Lewat seluruh rangkaian acara, MaxDecal berharap dapat menjadi sumber inspirasi bagi modifikator dan kreator muda di Indonesia.
“Masa depan personalisasi dan seni dalam dunia otomotif sangat cerah. Banyak pecinta otomotif memodifikasi kendaraannya untuk menunjukkan gaya dan kepribadian mereka,” kata Nofian.
MaxDecal Art Party 2025 pun menjadi momentum besar dalam memperkuat hubungan antara seni, teknologi, otomotif, dan industri kreatif Indonesia.