Sebagai bentuk apresiasi, TBS juga menggelar Mini Awarding Session untuk para pengemudi ojol yang berpartisipasi aktif dalam kampanye ini.
Ajang ini menjadi simbol pengakuan terhadap kontribusi mereka dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
“Transformasi ini bukan sekadar pergantian identitas, melainkan refleksi dari perjalanan panjang kami menuju masa depan yang lebih hijau,” tegas Dicky Yordan.
Sementara di sektor mobilitas listrik, Electrum yang dikelola oleh PT Energi Kreasi Bersama menjadi ujung tombak baru dalam mendukung ekosistem transportasi berkelanjutan nasional.
Menurut Juli Oktarina, Director & CFO TBS, lini bisnis motor listrik Electrum sudah mulai berkontribusi terhadap pendapatan perusahaan.
“Mulai Juni kemarin sudah ada kontribusi dari motor listrik. Kami targetkan kontribusinya sekitar 10–20% dari total pendapatan kami,” ungkap Juli.
TBS juga menargetkan penjualan 20.000 unit motor listrik Electrum pada tahun depan.
Tidak hanya fokus menjual motor listrik dan stasiun penukaran baterai, TBS juga berencana memperluas bisnis turunannya ke sektor pembayaran, daur ulang baterai, dan inovasi energi bersih lainnya.