"Pengendara mobil merah masih dirawat di rumah sakit. Isinya di mobil tersebut ada empat orang, suami istri dan dua balita," papar Dede.
"Yang suami istri dirawat di Bhayangkara dan yang balita dirawat di rumah sakit Islam PDHI," imbuhnya.
Dede mengatakan pihaknya masih mendalami penyebab kecelakaan dan berkoordinasi dengan PT KAI.
Baca Juga: Penumpang Kijang Innova Terlempar Keluar Kabin, Bodi Terlipat Ditebas Ular Besi Berjalan
"Kronologi kejadian kami masih mendalami penyebab terjadinya laka kereta api. Yang pasti kami masih kerja sama dengan PT KAI untuk menelusuri penyebab kejadian laka kereta api," ungkapnya.
Terkait dugaan palang pintu tidak menutup, Dede menyebut hal tersebut juga masih diselidiki.
"Yang pasti kita masih dalami proses apakah posisi palang nutup atau tidak, kita masih dalami," tegasnya.
Sementara salah satu saksi bernama Yesi yakin menceritakan, awalnya mendengar suara kereta api melintas dari timur ke barat.
Jauh sebelum mendekati palang pintu, kereta api sudah membunyikan klakson cukup lama.
"Dari arah timur itu kereta sudah klakson terus," ungkapnya.
Namun Yesi melihat palang pintu kereta api sisi utara tidak menutup. Selain itu juga tidak terdengar suara sirine palang pintu kereta api.
Baca Juga: Sopir Tewas, Ambulans RSUD Gambiran Kediri Terseret Ular Besi Seberat 90 Ton