Baca Juga: Truk BBM Terguling dan Gosong di Cianjur, Puluhan Ribu Liter Tumpah dan Sulut Api
Ia mengatakan dua orang mengalami luka bakar serius akibat peristiwa tersebut.
Mereka ialah sopir truk tangki BBM berinisial I dan seorang pemotor berinisial RA.
Saat ini keduanya masih menjalani perawatan intensif di RSUD Sayang Cianjur.
Kasatlantas Polres Cianjur, AKP M Hardian, mengatakan jajarannya telah melakukan olah TKP dan hasil sementara menunjukkan bahwa tergulingnya truk bermuatan 24.000 liter BBM itu akibat sopir tidak mampu mengendalikan laju kendaraannya.
Humas RSUD Sayang Cianjur, Raya Sandi, mengungkapkan kedua korban mengalami luka bakar serius.
"Satu korban, pemotor berinisial RA mengalami luka bakar mencapai 100 persen dan saat ini di rawat di ruang ICU dan sopir truk tangki, I masih menjalani perawatan di IGD kondisinya hanya alami luka bakar sekitar 40 persen," jelas Raya.
Mereka rencananya akan di rujuk ke rumah sakit milik Pertamina.
Namun, masih menunggu kondisi keduanya stabil.
"Tim dokter masih menunggu, terutama korban yang masih di ICU kondisinya stabil. Karena, berisiko juga apabila di rujuk dalam kondisi belum stabil," ujar Raya.
Peristiwa itu juga menyebabkan enam unit ruko dan satu rumah ikut terbakar.
"Berdasarkan data, ada enam unit ruko, satu rumah, dan satu pos lalu lintas Polres Cianjur. Selain itu, satu unit armada derek, satu unit mobil patwal dan satu unit truk pengangkut air minum kemasan juga ikut terbakar," kata Kapolres Cianjur, AKBP Rohman Yonky Dilatha, di lokasi, Minggu (2/11).
Baca Juga: Fakta Baru Truk Tangki Kencing Sembarangan di Ciliwung, DLH Bekasi Sebut Tak Ada Izin
Polisi sudah memasang garis polisi. Api juga sudah padam. Selain itu, sejumlah petugas kepolisian juga berjaga-jaga di lokasi kejadian.
Terkait hal ini Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat terus berkoordinasi dan berkomunikasi intens dengan pemerintah daerah serta kepolisian.
Hal itu terkait penanganan lebih lanjut terhadap pihak-pihak terdampak.
Direktur Rekayasa dan Infrastruktur Darat Pertamina Patra Niaga, Hari Purnomo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak.
Ia menyatakan bahwa Pertamina Patra Niaga bertanggungjawab dan akan menangani kejadian insiden ini hingga tuntas.