"Kami beralih ke sistem forced induction bukan semata-mata karena emisi, tetapi lebih mengejar performa," tambah Paolacci.
Baca Juga: Kenapa Kawasaki Ninja H2 Dilarang Ikut Balap WSBK Atau MotoGP?
Selain berpotensi menghasilkan tenaga besar dari kapasitas kecil, mesin ini juga menjanjikan efisiensi bahan bakar yang tinggi dan kemungkinan emisi yang lebih rendah.
Ini bisa menjadi solusi Honda untuk membuat motor-motor sport berkapasitas besarnya tetap bertenaga dan lolos aturan yang semakin ketat di masa depan.
Menariknya lagi, proyek ini bukan uji coba, tetapi dikembangkan serius dan akan mulai digunakan dalam waktu dekat.
"Tahun depan mungkin kita akan melihat prototipe motor lengkap yang memakai mesin ini. Setahun setelahnya, model produksinya bisa saja diluncurkan," tutup Paolacci.